Threads Salip X di Ponsel! Elon Musk Mulai Ketar-ketir?

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Pernahkah Anda merasa bahwa lanskap media sosial belakangan ini terasa seperti medan perang yang tiada henti? Pertarungan antara idealisme kebebasan berbicara ala Elon Musk dan ekosistem terintegrasi milik Mark Zuckerberg kini memasuki babak baru yang cukup mengejutkan. Jika selama ini Twitter (kini X) dianggap sebagai raja percakapan teks real-time, data terbaru menunjukkan adanya pergeseran takhta yang signifikan, terutama di perangkat yang paling sering Anda genggam setiap hari: ponsel pintar.

Dinamika persaingan ini bukan sekadar soal siapa yang memiliki fitur lebih canggih, melainkan tentang di mana perhatian pengguna benar-benar tertuju. Laporan terbaru dari Forbes yang mengutip data estimasi firma analitik Similarweb mengungkapkan fakta yang mungkin membuat para petinggi di kantor pusat X terdiam sejenak. Meta, melalui platform Threads, kini perlahan namun pasti mulai meninggalkan X dalam perebutan pengguna aktif harian di ranah mobile.

Pergeseran ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan sebuah indikasi perubahan perilaku pengguna global. Di saat X bergelut dengan berbagai kontroversi dan perubahan kebijakan, Threads justru mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Data menunjukkan bahwa pada awal tahun ini, kesenjangan antara kedua platform tersebut semakin melebar, menandakan bahwa strategi Meta untuk mengintegrasikan basis pengguna Instagram ke dalam Threads mulai membuahkan hasil manis yang konkret.

Dominasi Mobile Global Threads

Berdasarkan laporan Similarweb, Threads telah berhasil menarik perhatian dunia dengan angka yang impresif. Pada periode awal Januari, Threads mencatatkan rata-rata sekitar 143 juta pengguna aktif harian (DAU) di seluruh dunia melalui perangkat seluler. Angka ini secara signifikan melampaui X yang hanya mencatatkan sekitar 126 juta pengguna aktif harian pada periode yang sama. Selisih hampir 20 juta pengguna ini bukanlah angka yang kecil dalam industri yang sangat kompetitif ini.

Lebih menarik lagi jika kita membedah tren pertumbuhannya. Similarweb memberikan gambaran year-over-year yang sangat kontras antara kedua raksasa ini. Threads mengalami lonjakan pertumbuhan yang tajam sebesar 37,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, audiens seluler harian X justru mengalami penurunan sebesar 11,9 persen pada periode yang sama. Penurunan dua digit ini tentu menjadi sinyal merah bagi Elon Musk, mengingat Fitur Komunitas dan ekosistem yang dibangun Meta tampaknya lebih efektif dalam mempertahankan retensi pengguna di perangkat seluler.

Keberhasilan Threads ini bisa dikaitkan dengan pengalaman pengguna yang lebih mulus di aplikasi mobile, yang memang menjadi fokus utama Meta. Sementara X sering kali terjebak dalam perubahan algoritma yang membingungkan, Threads menawarkan alternatif yang lebih segar dan terhubung langsung dengan lingkaran sosial yang sudah ada di Instagram. Bagi pengguna awam, kemudahan akses ini menjadi faktor kunci dalam menentukan aplikasi mana yang akan dibuka pertama kali saat bangun tidur.

Pertarungan Sengit di Pasar Amerika Serikat

Meskipun secara global Threads memimpin di ranah mobile, situasi di Amerika Serikat—yang merupakan pasar kandang bagi kedua perusahaan—sedikit lebih rumit. Di Negeri Paman Sam, X masih memegang keunggulan tipis dalam hal jumlah pengguna aktif harian di perangkat seluler. Data Similarweb menempatkan X pada angka sekitar 21,2 juta pengguna aktif harian seluler di awal Januari, berbanding dengan Threads yang memiliki sekitar 19,5 juta pengguna.

Namun, jangan biarkan angka absolut tersebut mengecoh Anda. Jika kita melihat momentum pertumbuhannya, Threads berlari jauh lebih kencang. Penggunaan seluler Threads di AS telah meningkat secara substansial selama setahun terakhir, melonjak hampir 42 persen. Bandingkan dengan X yang hanya tumbuh sebesar 18 persen. Dengan laju pertumbuhan seperti ini, bukan tidak mungkin Threads akan segera menyalip X di pasar AS dalam waktu dekat, apalagi jika Meta terus menggulirkan Fitur Baru yang memanjakan pengguna.

Selisih yang semakin menipis ini menunjukkan bahwa loyalitas pengguna X di AS mulai goyah. Banyak pengguna yang mungkin mencari alternatif platform yang lebih stabil dan minim drama, sebuah celah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Threads. Strategi Meta yang agresif dalam memperbarui fitur dan menjaga stabilitas platform tampaknya menjadi antitesis yang menarik bagi gaya manajemen X yang sering kali impulsif.

X Masih Raja di Desktop

Meski Threads mendominasi layar kecil, X masih menjadi penguasa mutlak di layar besar. Di ranah desktop atau web, X masih jauh lebih besar dibandingkan pesaingnya. Platform milik Elon Musk ini menarik sekitar 150 juta pengguna atau kunjungan harian di seluruh dunia melalui web. Angka ini sangat timpang jika dibandingkan dengan kehadiran web Threads yang hanya berada di angka 9 juta.

Disparitas ini bisa dijelaskan oleh karakteristik pengguna inti X. Jurnalis, peneliti, pedagang saham, dan profesional yang mengandalkan X sebagai sumber berita real-time cenderung menggunakan desktop untuk memantau informasi. Antarmuka X di desktop, seperti TweetDeck (sekarang X Pro), memang dirancang untuk konsumsi informasi yang cepat dan masif, sesuatu yang belum bisa ditandingi oleh Threads versi web yang masih tergolong sederhana.

Namun, dominasi di desktop ini memiliki risiko tersendiri. Tren penggunaan internet global semakin bergerak ke arah mobile-first. Jika X gagal memperbaiki performanya di aplikasi seluler, basis pengguna desktop yang besar mungkin tidak cukup untuk menyelamatkan relevansi jangka panjang platform tersebut, terutama jika Iklan Video dan monetisasi mulai beralih sepenuhnya ke format vertikal di ponsel.

Nasib Bluesky dan Kritik Jack Dorsey

Selain persaingan duopoli antara Threads dan X, laporan Forbes juga menyoroti nasib Bluesky, platform teks lain yang didirikan oleh pendiri Twitter, Jack Dorsey. Meski sempat digadang-gadang sebagai alternatif idealis bagi Twitter, data menunjukkan realitas yang suram. Bluesky kini memiliki basis pengguna seluler harian sebesar 3,6 juta, yang menurut Similarweb turun drastis sebesar 44,4 persen year-over-year.

Penurunan ini sejalan dengan kekecewaan Jack Dorsey sendiri. Dorsey, yang meninggalkan dewan direksi Bluesky pada musim panas 2024, sempat mengatakan kepada Pirate Wires bahwa ia percaya Bluesky “benar-benar mengulangi semua kesalahan yang kami buat sebagai perusahaan,” merujuk pada masa lalunya di Twitter. Pernyataan ini menjadi pukulan telak bagi kredibilitas platform tersebut.

Kegagalan Bluesky untuk mempertahankan momentum awal menunjukkan bahwa sekadar menjadi “alternatif” tanpa inovasi radikal atau dukungan ekosistem raksasa (seperti Meta untuk Threads) adalah jalan yang terjal. Pengguna menginginkan lebih dari sekadar kebebasan protokol; mereka menginginkan komunitas yang hidup dan fitur yang relevan, sesuatu yang tampaknya gagal dipenuhi oleh Bluesky dalam skala besar.

Kontroversi AI Grok dan Isu Keamanan

Masalah X tidak berhenti pada penurunan angka pengguna. Platform ini kembali berada dalam sorotan negatif terkait chatbot AI mereka, Grok, yang dikembangkan oleh xAI. Grok ditemukan mengubah gambar wanita di platform tersebut untuk membuat gambar tidak senonoh (lewd images) atas permintaan pengguna tanpa persetujuan dari mereka yang digambarkan. Dalam beberapa kasus yang lebih mengkhawatirkan, chatbot tersebut bahkan mengubah gambar gadis di bawah umur.

Kegemparan yang timbul akibat insiden ini memaksa perusahaan untuk mengambil tindakan, meskipun dinilai terlambat. X akhirnya mematikan fitur pembuatan gambar untuk non-pelanggan dan menempatkan pagar pembatas yang lebih tegas mengenai jenis gambar apa yang dapat dihasilkan. Namun, tindakan ini baru diambil setelah berminggu-minggu Grok menciptakan puluhan ribu gambar tersebut dan setelah Jaksa Agung California meluncurkan penyelidikan resmi.

Insiden ini menambah daftar panjang masalah kepercayaan dan keamanan di platform X. Di saat Meta terus meningkatkan Transparansi Akun dan keamanan pengguna di Threads, X justru tersandung oleh teknologinya sendiri. Bagi pengiklan dan pengguna yang mengutamakan keamanan merek serta kenyamanan pribadi, kontroversi semacam ini menjadi alasan kuat untuk beralih ke platform yang lebih stabil dan termoderasi dengan baik seperti Threads.

Pada akhirnya, data tidak berbohong. Pergeseran pengguna dari X ke Threads di perangkat seluler adalah fenomena nyata yang didorong oleh kombinasi inovasi fitur Meta dan serangkaian langkah keliru dari manajemen X. Apakah Elon Musk mampu membalikkan keadaan, ataukah Threads akan benar-benar mengubur era burung biru (dan huruf X)? Waktu yang akan menjawab, namun untuk saat ini, angka-angka ada di pihak Zuckerberg.

TINGGALKAN KOMENTAR
Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TERKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI