Imbas Covid-19, Serangan DDoS Meningkat Signifikan di Q2 2020

serangan ddos

Telset.id, Jakarta – Dilaporkan bahwa jumlah serangan DDoS meningkat hingga tiga kali lipat pada kuartal kedua tahun 2020, dibandingkan dengan Q2 tahun 2019 lalu. Namun jumlahnya hampir sama dengan kasus DDoS pada Q1 2020.

Laporan dari Kaspersky ini melihat bahwa meningkatnya aktivitas berbahaya tersebut dapat dikaitkan dengan dampak COVID-19, seiring dengan para hacker dan target mereka yang harus mengurungkan niat beraktivitas diluar selama musim panas ini.

Pandemi dan pembatasan jarak sosial telah mengubah kehidupan orang secara signifikan. Secara khusus, banyak orang merasa khawatir akan travelling atau bahkan tidak mampu melakukannya.

Jadi, mereka banyak menghabiskan hari liburnya dalam mode “staycation” atau membatalkan rencana liburan yang telah dijadwalkan.

{Baca Juga: Tips Lakukan Pemeriksaan Keamanan Rutin pada Smartphone}

Dan perubahan rencana liburan ini nyatanya memiliki konsekuensi yang tidak terduga, yakni meningkatnya jumlah serangan DDoS.

“Tahun ini, orang-orang belum dapat menikmati musim liburan yang normal karena banyak daerah telah memberlakukan tindakan penguncian Covid-19,”  ujar Alexey Kiselev, Business Development Manager di tim Kaspersky DDoS Protection.

“Hal ini membuat orang lebih banyak bergantung pada sumber daya online daripada biasanya baik untuk aktivitas pribadi maupun pekerjaan, sekaligus menjadikan musim panas ini periode yang cukup sibuk bagi bisnis daring dan sumber informasi,” jelasnya.

Jumlah serangan yang terdeteksi dan diblokir oleh Kaspersky DDoS Protection pada Q2 2020 meningkat sebanyak 217% dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019.

Kemudian, laporan juga mengungkapkan jumlah serangan pada Q2 2020 mengalami sedikit peningkatan dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini.

{Baca Juga: Duh! Adware Susupi Smartphone Sejak Keluar dari Pabrik}

Hasil ini bertentangan dengan tren tahunan yang biasanya ditemukan oleh para peneliti Kaspersky. Biasanya, jumlah serangan DDoS bervariasi tergantung pada musim.

Awal tahun biasanya akan ditemukan jumlah DDoS yang lebih tinggi, karena ini adalah musim puncak untuk bisnis, dan di akhir musim semi dan musim panas jumlah serangan mulai berkurang.

Misalnya, jumlah serangan pada Q2 2019 turun 39% dibandingkan dengan Q1 2019, dan pada tahun 2018 perbedaan antara dua kuartal adalah 34%.

Tren ini tercermin dalam jumlah perintah yang diterima bot dari server C&C, yang dicegat dan dianalisis oleh sistem Kaspersky DDoS Intelligence.

Secara umum, jumlah rata-rata serangan yang tercatat setiap hari di kuartal kedua meningkat hampir 30% dibandingkan dengan apa yang terjadi di Q1.

Selain itu, jumlah serangan terbesar per hari yaitu hampir mencapai 300 terdapat di Q2 (terdaftar pada 9 April), sedangkan di Q1 2020, sistem mencatat rekor sebanyak 242 serangan.

“Hasilnya, kami melihat aktivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya di area DDoS. Dan sejauh ini, masih belum terdapat alasan untuk memprediksi akan terjadi penurunan,” pungkas Kiselev. (HR/MF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here