INTERNET

Meta Rombak Desain Aplikasi Facebook, Ternyata Ini Penyebabnya!

Naufal Mamduh
Share

Telset.id, Jakarta – Meta melakukan kebijakan baru untuk merombak desain aplikasi Facebook. Ternyata, alasan dilakukannya perubahan tampilan itu agar Facebook bisa bersaing melawan TikTok.

Menurut memo yang ditulis oleh kepala Facebook, Tom Alison seperti dikutip Telset dari Engadget pada Kamis (16/6/2022), induk perusahaan Facebook itu sedang mendesain ulang feed utama Facebook.

Aplikasi Facebook didesain ulang supaya dapat merekomendasikan konten dari halaman atau akun-akun yang belum pernah diikuti pengguna.

BACA JUGA:

Persis seperti yang ada di TikTok, di mana saat melihat konten-konten video yang tampil di menu “For You” biasanya berasal dari akun-akun yang tidak pengguna ikuti.

“Meta ingin mengubah Facebook menjadi mesin penemuan yang sangat bergantung pada rekomendasi mirip dengan umpan For You TikTok,” tulis Tom Alison dalam memonya.

Rencananya Meta juga akan membawa kotak masuk Facebook Messenger kembali ke aplikasi utama supaya mendorong pengguna untuk berbagai lebih banyak konten.

Tidak jelas berapa lama waktu yang dibutuhkan Meta untuk menyelesaikan perubahan desain aplikasi Facebook. Tapi memo dari Alison ini kalau perusahaan berusaha mati-matian bersaing dengan TikTok.

Meski akan menampilkan feed berdasarkan rekomendasi berpotensi menimbulkan masalah baru, karena algoritma rekomendasi Meta sempat dituduh mengeksploitasi perpecahan dan pempromosikan konten negatif.

Sadar akan potensi buruk itu, Alison menyatakan kalau akan ada peraturan yang lebih ketat untuk konten yang direkomendasikan. Tujuannya untuk mengurangi potensi pengguna mendapatkan rekomendasi konten negatif.

BACA JUGA:

“Kami coba bangun produk melalui pendekatan kami yang terpercaya, berpusat pada orang dan terpadu. Fokus kami adalah melakukan ini secara holistik di semua produk,” jelas Alison.

Sebelumnya Meta juga menambah durasi video di Instagram Reels dan Facebook dari yang awalnya 60 detik menjadi 90 detik atau 1,5 menit.

Harapannya agar pengguna TikTok bisa beralih ke kedua fitur tersebut, karena Reels sama-sama menawarkan layanan video pendek dengan filter dan efek yang beragam. [NM/HBS]

 

Leave a Comment