INTERNET

Biden Incar Mantan Staf Obama untuk “Merawat” Google, Amazon dkk

Sigit Nugraha

Telset.id, Jakarta  – Dua mantan staff Barack Obama menjadi kandidat pejabat Departemen Kehakiman AS Joe Biden, yang bertugas “merawat” perusahaan-perusahaan raksasa teknologi, seperti Google, Amazon, dkk, untuk menegakkan antimonopoli.

Satu dari dua kandidat tersebut adalah Renata Hesse, yang beberapa kali bertugas di Departemen Kehakiman AS sejak 2002 dan kali terakhir menjabat sebagai Penjabat Asisten Jaksa Agung dari pertengahan 2016 hingga Januari 2017 lalu.

{Baca juga: Tom Hanks Jadi Pembawa Acara Pelantikan Joe Biden}

Menurut laporan Reuters, seperti dikutip Telset, Senin (18/1/2021), Hesse juga pernah memegang peran penting di sektor swasta dan bertugas memberi nasihat tentang hal-hal yang melibatkan perusahaan seperti Amazon dan Alphabet.

Lebih khusus, Hesse memberi tahu Amazon tentang akuisisi rantai grosir Whole Foods senilai lebih dari USD 13 miliar. Catatan itu menurut biografi Hesse di situs firma hukum New York Sullivan & Cromwell LLP, yang saat ini menjadi mitra.

Perannya dapat menimbulkan masalah konflik kepentingan karena Departemen Kehakiman AS mengejar penuntasan kasus antimonopoli Google. Departemen Kehakiman AS menggugat Google pada 20 Oktober 2020 terkait periklanan.

Satu kandidat lagi adalah Juan Arteaga, yang juga bekerja untuk Departemen Kehakiman AS di bawah Barack Obama antara 2013 hingga 2017. Arteaga pernah pula menjabat sebagai Wakil Asisten Jaksa Agung untuk Penegakan Sipil di era Obama.

Pesaing lain yang dipertimbangkan adalah Jonathan Kanter, yang memimpin firma hukum Paul Weiss dan sekarang menjalankan perusahaan sendiri. Ia adalah kritikus teknologi. Banyak kelompok progresif menyukai penunjukan Kanter.

Yang pasti, nama-nama tersebut mencerminkan pemikiran transisi Biden. Kendati demikian, daftar kandidat dapat berubah seiring proses pemeriksaan yang terus berjalan. Tim transisi Biden tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelumnya dikabarkan bos-bos Silicon Valley sedang bergerilya di belakang layar untuk mengamankan peran sekutu teknologi di bagian kurang strategis, tetapi masih penting dalam pemerintahan presiden AS terpilih Joe Biden.

Tim transisi Biden telah menyusun tim peninjau agensi dengan lebih banyak eksekutif teknologi daripada kritikus. Bahkan, tim transisi Biden juga menambah staf dari perusahaan besar teknologi untuk beberapa pejabat.

{Baca juga: Bos-bos Silicon Valley Terus Pengaruhi Pemerintahan Joe Biden}

Sekarang, eksekutif dan karyawan di perusahaan teknologi seperti Google milik Alphabet, Amazon, Facebook, dan Microsoft mendesak untuk menempatkan kandidat dalam peran senior di lembaga pemerintahan era Biden.

Menurut Reuters, agensi yang diincar oleh mereka termasuk Departemen Perdagangan, Kantor Perwakilan Dagang, Kantor Urusan Informasi dan Regulasi, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Pertahanan .

Banyak eksekutif perusahaan teknologi, yang dalam beberapa kasus membantu menyokong dana kampanye Biden, memang masih memiliki kepentingan komersial dalam mendorong kandidat yang memiliki hubungan industri. [SN/HBS]

 

Leave a Comment