telset

Fitur TikTok Ini Mudahkan Hacker Curi Data Penting Pengguna

Telset.id, Jakarta – Peneliti keamanan di Check Point Research menemukan kelemahan keamanan yang memungkinkan hacker untuk curi data pengguna TikTok, seperti nomor telepon, melalui fitur Friend Finder.

Mengaitkan nomor telepon Anda dengan layanan dan aplikasi online bisa berbahaya. Namun terkadang, beberapa layanan daring memang membutuhkannya. Lalu, bagaimana jika terjadi pelanggaran data?

Faktanya, dikutip Telset dari Ubergizmo, Rabu (27/1/2021), TikTok mengalami masalah kelemahan keamanan cukup serius, yang memungkinkan hacker mencuri data nomor telepon melalui fitur Friend Finder.

“Kerentanan tersebut memungkinkan penyerang membangun basis data detail pengguna dan nomor telepon. Penyerang dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya, seperti spear phishing,” kata peneliti.

{Baca juga: Waspada! Nomor Telepon Pengguna Facebook Dijual Bebas via Telegram}

Peneliti keamanan di Check Point Research pun berpesan kepada pengguna TikTok untuk membagikan data pribadi seminimal mungkin untuk menghindari ancaman hacker. “Serta perbarui sistem operasi dan aplikasi ke versi terbaru,” katanya.

Kabarnya, TikTok telah memperbaiki kelemahan keamanan di fitur Friend Finder. Menurut TikTok, tidak ada data pengguna yang dieksploitasi oleh hacker. Artinya, pengguna TikTok tak lagi perlu khawatir akan serangan hacker ketika memakai Friend Finder di platform.

Sebelumnya, TikTok sempat diterpa masalah usai digugat oleh seorang gadis berusia 12 tahun yang berdomisili di London, Inggris. Gadis tersebut mendapat persetujuan untuk tetap anonim saat menggugat TikTok.

Penegasan anonimitasnya dilakukan oleh seorang hakim di London. Menurut sang gadis, TikTok telah melanggar aturan perlindungan data pribadi Uni Eropa.

Diwakili oleh Anne Longfield, Komisaris Anak untuk Inggris, ia dibantu untuk melawan TikTok di meja hijau.

{Baca juga: TikTok Digugat Bocah 12 Tahun Gara-gara Pelanggaran Data Pribadi}

Longfield meminta kepada pengadilan untuk memberi gadis itu anonimitas karena sangat penting. Sebab, ia bisa saja menghadapi intimidasi oleh anak-anak lain atau pengguna aplikasi TikTok serta reaksi negatif dari para influencer media sosial.

Hakim Mark Warby mengatakan bahwa anak tersebut bermaksud ke pengadilan dengan menegaskan bahwa hak privasinya dan orang lain telah dilanggar dengan cara menyerukan pemulihan.

Yang membuat kasus ini sangat menarik, menurut syarat dan ketentuan TikTok, 13 tahun adalah usia minimum untuk menggunakan aplikasi. Namun, ada versi TikTok yang memperbolehkan anak berusia di bawah 13 tahun untuk membuat video. (SN/MF)

SourceUbergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0