Google Bisa Identifikasi Pelecehan Seksual Anak di Internet

Telset.id, Jakarta – Senin (3/9/2018) lalu waktu setempat, Google merilis alat berkecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengidentifikasi pelecehan seksual anak di internet. Alat itu bisa digunakan oleh perusahaan dan organisasi secara gratis.

API Content Safety dari Google  tersebut merupakan toolkit bagi para pengembang. Toolkit itu menggunakan AI untuk memproses gambar kekerasan seksual pada anak sehingga jumlah orang yang harus memverifikasi konten bisa menjadi lebih sedikit.

AI buatan Google bisa membantu para moderator konten untuk mengidentifikasi kekerasan pada anak hingga 700 persen lebih banyak. “Anak-anak jadi bisa lebih terlindungi,” kata Engineering Lead, Nikola Todorovic, dan Product Manager Google, Abhi Chaudhuri.

“Kami menyediakan alat tersebut secara gratis untuk organisasi nirlaba dan rekan industri via API Content Safety. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas peninjauan konten sehingga orang yang terekspose bisa dikurangi,” imbuh mereka dilansir CNET, Selasa (4/9/2018).

[Baca Juga : Manfaatkan AI, Adobe Bisa Identifikasi Foto Editan]

Penggunaan AI di industri teknologi menyebar secara sangat cepat. AI digunakan di berbagai bidang, mulai filter konten spam hingga pengenalan speech recognition atau pengenalan pola suara.

Baru-baru ini, Google memastikan bahwa para penipu tidak akan bisa menampilkan iklan di mesin pencarian. Google telah mulai membatasi iklan dukungan teknis secara global. Mereka juga berencana memperkenalkan sistem verifikasi dalam beberapa bulan ke depan.

Memang, upaya itu tidak menjamin iklan dari dukungan teknis palsu akan benar-benar hilang. “Tapi, kami bakal memastikan bahwa hanya penyedia dari dukungan teknis pihak ketiga asli yang bisa menjangkau konsumen di Google,” jelas Director of Global Product Policy Google, David Graff.

Sumber : CNN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here