Waduh! Data 500 Juta Pengguna LinkedIn Bocor di Internet

Telset.id, Jakarta – LinkedIn tersandung kasus kebocoran data. Diduga 500 juta pengguna LinkedIn bocor di internet khususnya forum peretas RaidForums. Data tersebut berisi informasi pribadi mulai dari informasi tempat kerja hingga nomor telepon.

Dilansir Telset dari Cybernews pada Selasa (13/04/2021), data 500 juta profil LinkedIn telah dijual di forum peretas populer RaidForums. Peretas menjual 2 juta data sebagai sampel yang  terbagi dalam 4 file.

Keempat file yang bocor tersebut berisi informasi tentang pengguna LinkedIn seperti nama lengkap, alamat email, nomor telepon, informasi tempat kerja, dan data pribadi lainnya.

{Baca juga: Upss! Zoom Ketahuan Ambil Data LinkedIn Milik Pengguna}

Akun anonim tersebut memberikan kesempatan kepada anggota forum untuk melihat data yang LinkedIn yang dijual. Caranya dengan membayar USD 2 atau Rp 29 ribu maka anggota bisa melihat 2 juta data akun pengguna LinkedIn.

Data pengguna LinkedIn
Screenshot akun penjual data pengguna LinkedIn

Sedangkan bagi yang ingin memiliki 500 juta data, peretas membuka meminta pembeli menghubunginya lebih lanjut. Diduga 500 juta data yang dijual hanya dapat dibeli dengan menggunakan bitcoin.

LinkedIn lalu melakukan investigasi mengenai isu kebocoran data tersebut.  Melansir dari We Live Security pada Selasa (13/04/2021), LinkedIn menyatakan bahwa data yang dijual bukan data pengguna mereka.

“Ini bukan pelanggaran data LinkedIn, dan tidak ada data akun anggota pribadi dari LinkedIn yang disertakan dalam apa yang dapat kami tinjau,” tulis LinkedIn.

{Baca juga: Imbas Virus Corona, LinkedIn Hadirkan Opsi Wawancara Virtual}

“Kami telah menyelidiki dugaan kumpulan data LinkedIn yang telah diposting untuk dijual dan telah menentukan bahwa itu sebenarnya adalah kumpulan data dari sejumlah situs web dan perusahaan,” sambung LinkedIn.

214 Juta Data LinkedIn Bocor 

Pada awal Januari 2021 lalu  214 juta data pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn bocor di internet. Temuan ini dilaporkan oleh Safety Detectives yang mengungkap data sebesar 408 GB telah bocor di internet.

Dari laporan Safety Detectives, diduga penyebab kebocoran data tersebut berasal dari server milik Socialarks yang kurang aman. Socialarks sendiri adalah perusahaan manajemen media sosial asal China.

Menurut Kepala Tim Keamanan Siber Safety Detectives, Anurag Sen, server ElasticSearch milik Socialarks yang berlokasi di Hong Kong tidak memiliki perlindungan yang kuat sehingga dapat diakses oleh siapa aja.

{Baca juga: 214 Juta Data Pengguna Instagram, Facebook & LinkedIn Bocor di Internet}

Dampaknya, 214 juta data pengguna Facebook, Instagram, dan LinkedIn dengan basis data 408 GB bocor di internet. Tak hanya itu, 318 juta catat pun bisa diakses melalui dunia maya.

Safety Detectives menyampaikan, jumlah data pengguna Facebook, Instagram, dan LinkedIn yang bocor di internet hampir sama dengan kasus Agustus 2020. Berikut rinciannya:

  • 11.651.162 data pengguna Instagram;
  • 66.117.839 data pengguna LinkedIn;
  • 81.551.567 data pengguna Facebook;
  • 55.300.000 profil Facebook lainnya yang segera dihapus dalam beberapa jam setelah tim Safety Detectives pertama kali menemukan server dan kerentanannya.

Data Pengguna LinkedIn Bocor
Data Pengguna Facebook, Instagram dan LinkedIn yang bocor di internet.

Kasus dugaan kebocoran yang dialami oleh LinkedIn dapat menjadi pelajaran bagi pengelola LinkedIn dan pengunanya. Semua pihak harus sama-sama menjaga data pribadinya agar tidak bocor di internet. [NM/HBS]

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -