AS Ajukan Banding Perintah Pembatalan Larangan TikTok

Telset.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengajukan banding terkait perintah hakim federal yang membatalkan pemberlakuan larangan TikTok, aplikasi berbagi video pendek milik China.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mempersoalkan masalah keamanan nasional dalam rencana pelarangan TikTok. Alasannya, data pribadi para pengguna AS berpotensi diakses oleh pemerintah China.

TikTok, yang memiliki lebih dari 100 juta pengguna di AS, membantah tuduhan tersebut. Dalam putusan 7 Desember 2020, hakim pengadilan distrik Carl Nichols mengeluarkan perintah pembatalan.

{Baca juga: Masih Beroperasi, Pemerintah AS Tunda Larangan TikTok}

Menurut laporan Reuters, dikutip Telset, Rabu (30/12/2020), Departemen Kehakiman menyatakan sedang mengajukan banding atas perintah hakim Nichols ke Pengadilan Banding AS untuk Distrik Columbia.

Para pejabat terkait masalah tersebut mengatakan bahwa semakin tidak mungkin pemerintah akan menyelesaikan nasib TikTok di AS sebelum Trump menanggalkan jabatan presiden pada 20 Januari 2021.

“Masih ada kemungkinan di luar kesepakatan dapat dicapai pada Januari 2021 mendatang,” kata mereka. Pihak ByteDance selaku pemilik TikTok belum memberikan komentar soal banding yang diajukan.

Dalam putusan terpisah pada September 2020, Nichols mengeluarkan perintah pembatalan rencana Departemen Perdagangan AS agar Apple dan Alphabet menghapus TikTok dari App Store dan Play Store.

Terkait upaya terus-menerus pemerintah AS dalam melarang TikTok, sebelumnya beredar kabar bahwa Facebook merupakan dalang di balik ini semua. Dilaporkan, sang CEO, Mark Zuckerberg, melobi pejabat Washington, untuk melarang aplikasi buatan China tersebut. Ia melakukannya beberapa bulan sebelum Presiden Donald Trump mengancam akan melarang TikTok.

{Baca juga: TikTok Masih Aman dari Larangan Pemerintahan Donald Trump}

Zuckerberg menyuarakan keprihatinan tentang kebangkitan perusahaan teknologi asal China saat melakukan jamuan makan malam pada Oktober 2-19 dengan Trump, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, dan taipan Peter Thiel.

Bos Facebook tidak ingat membahas TikTok secara khusus. Ia berpendapat bahwa perusahaan internet China menimbulkan ancaman bagi bisnis AS dan harus mendapat perhatian lebih besar daripada hanya sibuk ingin mengekang Facebook. [SN/IF]

SourceReuters

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -