Ini Dia Alasan Facebook Mengakusisi Instagram

Jakarta – Keputusan Facebook mengakuisisi Instagram dipercaya merupakan langkah antisipasi yang dilakukan situs jejaring sosial terbesar di dunia itu dalam memenangi persaingan di ranah mobile. Terutama dalam menghadapi  gempuran dua pesaing beratnya,  Google dan Twitter.

Google dan Twitter saat ini dinilai sebagai dua pesaing berat Facebook di ranah internet. Google sebagai perusahaan mesin pencari raksasa dunia tentu saja memiliki pengikut™ yang sangat banyak karena menjadi situs online yang paling sering digunakan pengguna internet.

Kekuatan Google memang tak bisa dipandang sebelah mata, karena mereka kini diperkuat oleh beberapa  layanan online yang sudah sangat populer dan punya banyak pengguna, seperti YouTube, Gmail, dan yang terbaru adalah Google+.

Sementara Twitter tak usah diragukan lagi sebagai pesaing berat Facebook. Dengan jumlah pengguna yang mencapai 500 juta pengguna, tentu saja Twitter memiliki pengikut yang sangat banyak dan menjadi musuh yang paling potensial mengganggu hegemoni Facebook.

Banyak analis meyakini langkah Facebook mencaplok Instagram karena takut keduluan oleh dua pesaingnya tadi. Pendapat ini memang tidaklah aneh, karena dengan pamor Instagram yang terus meroket, sudah pasti Google dan Twitter juga tertarik. Terutama Google sebagai pembesut OS mobile Android diyakininya sangat bernafsu bisa membeli Instagram.

“Sudah pasti Google juga tertarik. Instagram bisa dijadikan aset yang sangat berpengaruh bagi siapa saja yang ingin memenangkan persaingan melawan Facebook,” ujar Lou Kerner, pendiri Social Internet Fund, seperti dilansir Reuters, Selasa (10/4).

Menurut Kerner, investasi yang dikeluarkan Facebook hingga mencapai USD 1 miliar (setara 1 triliun rupiah) tidak akan sia-sia. Karena Instagram bisa digunakan oleh perusahaan yang dibesarkan Mark Zuckerberg itu untuk bersaing dengan Google di ranah mobile.

Hal ini bisa dimengerti, karena banyak analis yang menyebutkan di masa depan akan sangat dipengaruhi oleh ‘perang layanan’ ranah mobile. Karena dengan semakin majunya teknologi internet, maka ke depannya pengguna perangkat mobile dipercaya akan semakin melonjak sangat cepat.

Bahkan, seperti dilansir Cnet, banyak praktisi bisnis yang memperkirakan semua yang terkait layanan internet, akan dipaksa untuk terjun ke ranah mobile jika tidak mau mati terlindas zaman.

Kepopuleran Instagram sendiri memang terus meroket di ranah mobile. Aplikasi yang awalnya hanya ada di perangkat ber-platform iOS ini menjadi salah satu aplikasi paling populer. Kini tak hanya iOS, Instagram pun sudah bisa dinikmati oleh para pengguna Android.

Dengan semakin banyaknya pengguna gadget dari platform lain yang juga berharap bisa menggunakan aplikasi ini diperangkat mereka, tentu saja langkah Facebook mengakuisisi Instagram sudah tepat. Karena Facebook yang saat ini memiliki 850 juta pengguna akan semakin menggurita saat melengkapi layanannya dengan aplikasi milik Instagram yang juga telah memiliki 30 juta pengguna.

Selain itu, langkah Facebook untuk bersaing di ranah mobile dengan pesaingnya Google dan Twitter akan semakin terasa nyaman dengan dukungan Instagram. Karena memang saat ini Facebook butuh senjata™  baru yang dapat membantu mereka meningkatkan jumlah penggunanya, terutama di ranah mobile.[hbs]

 

 

 

 

 

 

Previous articleFacebook Akuisisi Instagram Senilai USD 1 Miliar
Next articleUniversal Studio Hadirkan Konten Film di iCloud

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here