Ilustrasi wahana antariksa Impulse Space di orbit dekat bulan dengan latar bintang

Impulse Space Bangun Interceptor Orbital untuk Golden Dome Trump

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Perusahaan space tug Impulse Space ditunjuk sebagai subkontraktor untuk mengembangkan prototipe “space based interceptor” atau pencegat berbasis luar angkasa untuk sistem pertahanan rudal Golden Dome yang diumumkan Presiden AS Donald Trump. Kemitraan dengan perusahaan teknologi militer Anduril Industries ini merupakan bagian dari kontrak dengan Pentagon, seperti dilaporkan Bloomberg.

Keputusan ini muncul di tengah pilihan kontraktor orbital yang terbatas untuk membangun platform pertahanan rudal berlapis. Impulse Space, yang didirikan pada 2021 oleh mantan co-founder SpaceX Tom Mueller, akan bekerja di bawah Anduril untuk mendesain platform senjata kendaraan yang dimaksudkan untuk menghancurkan rudal yang menuju AS dari orbit.

Impulse merupakan pemain baru di bidang kendaraan transfer orbital (OTV) atau space tug. OTV adalah satelit yang dirancang untuk membawa muatan antariksa ke berbagai orbit. NASA sebelumnya pernah mempelajari konsep ini pada akhir 1960-an, tetapi tidak terwujud karena pemotongan anggaran. Baru pada 2025, badan antariksa AS itu mengontrak enam perusahaan satelit, termasuk Impulse, untuk studi kelayakan space tug berbiaya rendah.

Impulse Space baru meluncurkan OTV pertamanya pada 2023, sebuah wahana seberat 650 pon dengan ukuran kira-kira sebesar mesin pencuci piring. Meski demikian, hingga saat ini belum ada demonstrasi sukses dari pesawat orbital yang mencegat rudal. Realisasi sistem Golden Dome Trump dipertanyakan, mengingat kompleksitas teknisnya dan kegagalan sistem pertahanan rudal “Star Wars” era Presiden Ronald Reagan.

Kontrak ini juga menyoroti dinamika industri pertahanan luar angkasa AS. Pilihan terhadap Impulse, di tengah isu keterlambatan pengiriman dari kontraktor lain seperti Moog Space and Defense, menunjukkan kebutuhan mendesak akan kemampuan baru. Proyek pertahanan rudal ini akan menjadi ujian nyata pertama bagi teknologi space tug dalam aplikasi militer operasional.