IMOCA: BRTI Mandul, Harus Segera Dibenahi

Jakarta – Tak hanya operator yang dituding ada terlibat dalam kasus pencurian pulsa lewat SMS oleh para content provider (CP) nakal, kini Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) juga dituding tidak becus dalam menangani masalah tersebut.

Tudingan itu merupakan hasil kesimpulan dari pembahasan yang dilakukan oleh pengurus Indonesia Mobile and Online Content Provider Association (IMOCA). Dalam kesimpulan itu disebutkan, maraknya kasus pencurian pulsa yang diduga dilakukan oleh CP menunjukkan BRTI mandul dan tidak efektif.

Kami melihat selama ini tugas pengawasan yang menjadi kewajiban BRTI tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga praktik yang merugikan masyarakat itu seperti terus dibiarkan terjadi, tegas Ketua IMOCA, Haryawirasma dalam keterangan resmi IMOCA yang diterima Telsetnews di Jakarta, Selasa (4/10).

Disebutkan, akhir-akhir ini kejahatan pencurian pulsa pelanggan melalui SMS kembali banyak dikeluhkan pelanggan. Surat pembaca di berbagai media nyaris tidak pernah sepi dari keluhan pelanggan dari berbagai operator telekomunikasi.

Para pembaca yang merupakan pelanggan operator, sering mengeluhkan banyaknya SMS yang menawarkan sesuatu yang tidak jelas dengan iming-iming gratis. Namun, ternyata ujung-ujungnya itu hanyalah SMS dengan konten premium dan secara terus menerus memotong pulsa pelanggan.

Keadaan makin diperparah karena pelanggan selama ini mengalami kesulitan untuk menghentikan layanan atau me-unreg layanan tersebut karena minimnya informasi atau bahkan tidak ada fasilitas UNREG.  

Sementera itu, Ferrij Lumoring, Sekjen IMOCA menambahkan, jika selama ini BRTI benar-benar berniat mau melindungi pelanggan, kasus seperti ini tidak akan terus terulang. Karena sebagai regulatorm BRTI memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatur masalah ini. Apalagi, BRTI sudah dibekali Peraturan Menteri No. 1/Per/M.Kominfo/01/2009 yang dikeluarkan pada 8 Januari 2009 lalu.

Seharusnya BRTI bisa lebih tegas dan tidak ragu untuk menindak setiap pelanggaran yang  merugikan masyarakat, tandas Ferrij. Menkominfo harus membereskan BRTI dulu agar bekerja dengan benar,” ketusnya.

Menurut Ferrij, selama ini yang masih mau memperhatikan suara keluhan pelanggan Cuma Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Sementara IMOCA sendiri mengaku telah berupaya melakukan pengawasan internal kepada anggotanya yang nakal.

IMOCA berdalih selama ini tak bisa berbuat banyak karena posisinya hanya bisa sebatas menghimbau anggotanya. Kami tidak memiliki kewenangan secara hukum untuk melakukan penertiban, itu masalahnya, keluh Ferrij.[hbs]{jcomments on}

Previous articlePemotongan Pulsa Otomatis Hanya untuk SMS Premium
Next articleKadin: Sikap BRTI Tidak Berimbang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here