Ilmuwan Temukan Cara Melacak Sampah Luar Angkasa

Sampah Luar Angkasa

Telset.id, Jakarta  – Para ilmuwan akhirnya menemukan cara baru untuk melacak sampah luar angkasa pada siang hari. Selama ini, begitu banyak sampah yang mengorbit di Bumi, baik puing roket maupun potongan satelit.

Sampah di langit mengelilingi planet kita seperti gelembung raksasa. Sampah luar angkasa itu jika dibiarkan akan sangat berbahaya.

{Baca juga: Dua Astronot akan “Renovasi” Stasiun Luar Angkasa Internasional}

Melacak posisinya diperlukan untuk keselamatan satelit yang bekerja serta misi awak, juga mencegah potensi bahaya bagi Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Menurut New York Post, teknik baru untuk melacak puing-puing tersebut menawarkan kemampuan melihat sampah luar angkasa pada siang hari bolong. Caranya, para ilmuwan menembakkan sinar laser langsung ke luar angkasa.

Ketika mengenai suatu objek, laser memantul kembali, dan para ilmuwan dapat mendeteksi respons serta menyimpan catatan sampah. Sayang, teknik itu tidak menawarkan banyak keakuratan serta sulit untuk menentukan lokasi.

Guna meningkatkan efektivitas metode laser, seperti dikutip Telset.id, Senin (10/8/2020), para ilmuwan “mengintip” ke langit menggunakan lensa yang dirancang khusus untuk mendeteksi pantulan sinar matahari dari objek.

Namun, cara tersebut hanya dapat dilakukan selama fajar atau senja. Sebab, siang hari cenderung mengaburkan instrumen pencitraan. Para ilmuwan pun menjelaskan bagaimana cara menemukan metode baru untuk melacak sampah.

Mereka membangun sistem pencitraan khusus dengan filter yang memungkinkan untuk melihat bintang. “Objek puing ruang divisualisasikan dengan latar belakang langit biru dan bias dikoreksi secara real-time,” kata mereka.

{Baca juga: Keren! Roket Falcon 9 Bisa Bersihkan Sampah Luar Angkasa}

Hasilnya adalah titik awal bagi semua stasiun penjelajah laser puing-puing ruang angkasa untuk secara drastis. Jaringan dari beberapa stasiun di seluruh dunia akan dapat meningkatkan prediksi orbit secara signifikan jika diperlukan.

Bicara soal sampah luar angkasa, sebelumnya SpaceX telah meluncurkan roket Falcon 9 yang membawa platform bernama RemoveDEBRIS yang mampu menyelamatkan astronot dan pesawat luar angkasa di antariksa.

Seperti diketahui, keselamatan astronot dan pesawat luar angkasa terancam karena banyaknya sampah yang beredar di orbit bumi.

Setidaknya ada 500 ribu sampah, seperti satelit yang tak berfungsi, roket pendorong, mur, hingga baut yang tentu saja dapat membahayakan.

Sekadar informasi, bahwa platform satelit RemoveDEBRIS ini dikembangkan oleh University of Surrey Space Center.

Alat tersebut diklaim mampu mengumpulkan sampah antariksa  dengan menggunakan beberapa teknologi yang dirancang khusus untuk tugas tersebut.

Nantinya ketika RemoveDEBRIS berada di orbit bumi, platform itu akan meluncurkan dua satelit miniatur.

Dua satelit inilah yang nantinya mampu mengarahkan platform untuk membersihkan sampah-sampah antariksa yang ada lewat teknologi navigasi berbasis vision. [SN/HBS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here