Ilmuwan Bingung Galaksi Monster ‘Mati’ Tanpa Tanda-tanda

galaksi monster

Telset.id, Jakarta  – Para ilmuwan bingung melihat galaksi monster yang sangat produktif tiba-tiba menjadi gelap tanpa tanda-tanda. Sistem bintang mengerikan tersebut dikenal sebagai XMM-2599.

Galaxy monster XMM-2599 dilaporkan ada 12 miliar tahun lalu ketika alam semesta berusia 1,8 miliar tahun. Namun, para peneliti di University Of California bingung tentang bagaimana ia bisa tiba-tiba mati.

{Baca juga: Gawat! NASA Prediksi Asteroid Ini Tabrak Bumi 58 Tahun Lagi}

Dilansir New York Post, meski rentang hidupnya relatif singkat, sistem bintang itu sangat produktif dan menghasilkan massa lebih dari 300 miliar matahari sebelum berusia dua miliar tahun.

Sekadar informasi, Bima Sakti kita menghasilkan sekitar satu bintang per tahun. Namun, seperti halnya banyak bintang lain, XMM-2599 tiba-tiba dan secara misterius menjadi “binasa.”

Gillian Wilson dari Departemen Fisika dan Astronomi University Of California mengatakan, kematian antargalaksi sangat membingungkan. Sebab, sedikit galaksi yang berhenti membentuk bintang.

Dikutip Telset.id, Kamis (6/2/2020), para peneliti belum menentukan penyebab kematian XMM-2599 meski Wilson menduga karena tidak ada bahan bakar atau lubang hitam mulai menyala.

{Baca juga: Astronom Deteksi Sinyal Misterius dari Luar Angkasa}

Kendat demikian, galaksi itu mungkin memiliki masa depan, berubah menjadi sesuatu yang lain atau secara gravitasi menarik galaksi pembentuk bintang terdekat dan menjadi kota galaksi yang cerah.

Ruang angkasa yang sangat luas memang masih menyimpan banyak misteri. Belum lama ini para astronom mendeteksi sinyal misterius dari luar angkasa. Sinyal tersebut merupakan Fast Radio Bursts atau FRB, yang kemudian dikenal sebagai sinyal ruang dengan kode 180916.J0158 + 65.

Selama ini, Fast Radio Bursts merupakan keajaiban yang muncul dalam sekejap dan kemudian tidak pernah terdengar lagi. Hanya sinyal misterius FRB 121102 saja yang terkenal karena berulang kali muncul.

Para peneliti telah mempelajarinya selama beberapa waktu. Sekarang, FRB berulang baru muncul di radar para ilmuwan dan berasal dari sumber yang tidak terlalu jauh dari galaksi kita.

{Baca juga: Dua Lubang Hitam Supermasif “Nangkring” di Bima Sakti?}

FRB 180916.J0158 + 65 telah dilacak ke galaksi yang berada kira-kira setengah miliar tahun cahaya dari Bumi. Penemuan itu menjadi subjek dari makalah baru yang diterbitkan di Nature.

“FRB adalah yang paling dekat yang pernah dilihat. Kami bahkan berspekulasi bahwa hal tersebut bisa menjadi objek yang lebih konvensional di pinggiran galaksi,” kata penulis Mohit Bhardwaj. [SN/HBS]

 

Previous articleBegini Cara Google Tangkal Hoaks Virus Corona
Next articleAliansi GDSA Siap Tantang Dominasi Google Play Store

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here