telset

HTC: Pakai Plastik Lagi? Katanya The Next Big Thing..

Samsung Galaxy S4 vs HTC One
Samsung Galaxy S4 vs HTC One

Jakarta – Kehadiran Samsung Galaxy S4 mulai meningkatkan tensi persaingan diantara vendor smartphone. HTC menjadi vendor pertama yang mulai memanaskan suasana dengan menyindir smartphone flagship terbaru Samsung itu.

Adalah Chief Marketing Officer HTC, Ben Ho, yang melontarkan kritikan kepada Galaxy S 4. Ia mengkritik material casing dari plastik yang digunakan pada Galaxy S4. Jika dibandingkan HTC One yang menggunakan aluminium unibodi, Galaxy S4 dinilai masih kalah bagus.

“Apakah ini yang disebut the next big thing? Seharusnya bukan plastik, Itu sih sama saja dengan sebelumnya,” sindir Benjamin Ho, seperti telsetNews kutip dari PhoneArena, Jumat (15/3).

“Dengan kembali menggunakan material plastik dan layar lebih besar, Galaxy terbaru Samsung tidak ada apa-apanya jika dibandingkan desain aluminium unibodi milik HTC One,” ketusnya lagi.

Menurutnya, smartphone terbaru Samsung itu sebagian besar masih sama saja. Ia menyatakan HTC tetap menjadi opsi terbaik bagi orang yang ingin melihat teknologi terbaik yang dikombinasikan dengan desain premium.

“Pelanggan kami menginginkan sesuatu yang berbeda dan tidak mainstream, dimana pengguna mainstream adalah target utama Galaxy. Pelanggan kami ingin teknologi inovatif yang orisinil, desain yang membuat orang kagum dengan kesan premium di ponsel mereka. Itulah mengapa kami menciptakan HTC One,” ujar Ho.

Belakangan HTC terlihat cukup agresif menyerang kompetitornya dengan melontarkan kritikan-kritikan yang pedas. Saat presentasi Samsung Unpacked digelar tadi pagi, HTC juga mengejek Samsung di Twitter dengan memperkenalkan hashtag #theNextBigFlop.

Sebelumnya, HTC juga mengkritik konsep acara peluncuran Galaxy S4 yang terkesan glamour dengan gaya ala Broadway sebagai sesuatu yang sangat berlebihan. “Saya awalnya tertawa, tetapi kemudian saya merasa malu pada beberapa akting yang dimainkan dalam acara tersebut,” kata Presiden HTC Jason MacKenzie.

MacKenzie menyindir Samsung dengan mangatakan perusahaan asal Korea Selatan itu lebih banyak berinvestasi untuk marketing ketimbang berinovasi. Sindiran MacKenzie itu sejalan dengan hasil laporan lembaga riset Kantar. Dalam laporannya, Kantar menyebutkan Samsung menghabiskan USD 401 juta untuk biaya marketing, jauh lebih banyak dibanding Apple yang hanya menggelontorkan USD 333 juta.

Melihat persaingan yang semakin memanas ini, menjadi menarik untuk diikuti siapa yang akan memenangkan pertarungan di akhir tahun. Apakah Samsung sanggup membendung para pesaingnya seperti Apple, HTC, LG, atau BlackBerry? Kita lihat saja nanti. [hbs].

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0