Hoaks di Facebook Diklaim Berkurang, Benarkah?

Telset.id, Jakarta – Nampaknya Facebook mulai serius untuk bersih-bersih “ruangan” dengan menyapu berbagai konten berita palsu yang diposting oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Hasilnya, jumlah berita palsu yang bertebaran di jejaring sosial besutan Mark Zuckerberg ini dilaporkan sudah mulai menyusut.

Periset dari Universitas Stanford dan Universitas New York menyatakan penyusutan berita palsu ini tak lepas dari hasil upaya intensif Facebook untuk menyortir konten negatif.

Seperti dilansir Engadget, Sabtu (15/9/2018), informasi ini didasarkan hasil riset terhadap 570 situs web yang memiliki grup seperti PolitiFact dan FactCheck, yang tercatat sebagai sumber berita palsu dan menyiarkannya di Facebook dan Twitter sejak Januari 2015 hingga Juli 2018.

Dalam riset tersebut mereka mendapati menjelang pemilu 2016 lalu, interaksi terhadap berita palsu di kedua platform tersebut melonjak. Beberapa bulan pasca pemilu, penyebaran perita palsu tersebut turun drastic hingga 50 persen, walaupun di Twitter justeru terjadi peningkatan.

Baca juga: Bos Facebook Punya Utang pada Bill Gates

Dengan mempertimbangkan data interaksi yang stabil diantara situs berita besar, kecil, bisnis dan budaya yang relatif stabil, maka bisa disimpulkan bahwa dampak upaya yang dilakukan Facebook sudah jelas terlihat dan bisa diukur.

Kendati demikian tim ini mengakui temuan mereka tidak definitif karena sejumlah pertimbangan, Pertama adalah pemilihan situs web dapat rentan terhadap bias dan tidak komprehensif.

Kedua berita yang dipilih bisa lebih rentan terhadap interaksi pada satu jaringan sosial di atas yang lain. Ketiga karena PolitiFact dan FactCheck bekerja dengan Facebook dalam upaya menyapu berita palsu dan masih banyak orang tidak diteliti.

Mereka juga menemukan bahwa rasio penyiaran berita palsu ke Facebook dan Twitter berubah seiring waktu. Selama pemilu, rasio berita palsu di Facebook dan Twitter adalah 45: 1 dan dua tahun kemudian menurun menjadi 15: 1.

Baca juga: Facebook Masih akan ‘Bersih-bersih’ Hingga 2019

“Kami melihat perbandingan penyebaran berita di Facebook dan Twitter berpotensi lebih informatif. Rangkaian kebijakan dan perubahan algoritmis yang dibuat oleh Facebook setelah pemilu telah memperlambat penyebaran informasi yang salah,” tulis para peneliti.

Kendati terlihat menyusut, sebenarnya angka keberadaan informasi palsu di Facebook masih tinggi sekali. Juli lalu, peneliti menemukan sekitar 70 juta berita palsu tiap bulan. Platform  lain juga mencatat masalah serupa mengenai berita palsu. [WS/HBS]

Sumber: Engadget

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0