telset

Hasil Investigasi Temukan Pelanggaran di Pabrik iPhone

Jakarta – Hasil investigasi yang dilakukan oleh Fair Labor Association (FLA) memperlihatkan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan rekanannya Apple di China, Foxconn.

“FLA melakukan investigasi menyeluruh terhadap pabrik-pabrik suplier Apple di China, yakni pada 35 ribu pekerja dan tiga ribu jam wawancara,” ujar Auret van Heerden, President FLA kepada Telegraph dan dikutip Telsetnews, Jumat (30/3).

Heerden mengungkapkan, bahwa pelanggaran hukum tenaga kerja terjadi di pabrik-pabrik milik Foxconn, termasuk jam lembur yang ekstrem dan minimnya upah lembur yang diberikan.

Akhirnya, Apple dan Foxconn sepakat untuk meningkatkan upah dan kondisi kerja di pabrik-pabrik Foxconn yang dianggap memiliki upah rendah. Ini merupakan langkah yang bisa menjadi patokan mengenai biaya baru untuk pengguna jasa Foxconn di Barat tentang tenaga kerja di China.

Seperti diketahui, berbagai masalah terkait masalah yang menimpah buruh di Foxconn telah menjadi sorotan utama asosiasi pekerja di Amerika Serikat. Apple pun kemudian setuju adanya penyelidikan yang dilakukan oleh FLA untuk melihat kondisi kerja yang ada di Foxconn.

Langkah investigasi yang dilakukan oleh FLA disetujui Apple untuk menanggapi kritikan bahwa produknya dirakit di atas pekerja China yang dianiaya.

Investigasi itu pun mengungkap adanya pelanggaran pada pekerja yang terjadi di tiga pabrik di China yang memproduksi perangkat-perangkat Apple. [dny/hbs]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0