Telset.id – Google mengumumkan sejumlah fitur keamanan dan privasi baru untuk Android dalam acara The Android Show: I/O Edition. Fitur-fitur ini dirancang untuk melindungi pengguna dari penipuan, pencurian data, dan ancaman siber yang semakin canggih.
Rangkaian pembaruan ini melengkapi sistem keamanan yang sudah ada sebelumnya, seperti peringatan panggilan penipuan (in-call scam alerts), pengaturan anti-pencurian (anti-theft settings), dan mode perlindungan ketat (Advanced Protection). Dengan penambahan teknologi baru, Google berupaya menciptakan lapisan pertahanan yang lebih komprehensif bagi pengguna Android di seluruh dunia.
Panggilan Palsu Institusi Keuangan Otomatis Ditutup
Salah satu fitur paling krusial adalah kemampuan Android untuk secara otomatis memverifikasi dan menutup panggilan yang mengaku berasal dari institusi keuangan. Tahun lalu, Google telah memperkenalkan peringatan pop-up yang muncul saat pengguna membuka aplikasi finansial saat sedang menelepon dengan nomor tidak dikenal. Kini, sistem ditingkatkan dengan verifikasi langsung melalui aplikasi bank resmi yang terinstal di perangkat.
Cara kerjanya, jika pengguna memiliki aplikasi bank yang berpartisipasi dan sudah masuk (logged in), Android akan menggunakan aplikasi tersebut untuk memastikan legitimasi panggilan. Jika terdeteksi sebagai penipuan, panggilan akan ditutup secara otomatis.
Fitur ini akan tersedia untuk pengguna Android 11 ke atas yang memiliki rekening di Revolut, Itaú, dan Nubank. Artinya, pengguna di Amerika Serikat belum bisa menikmatinya dalam waktu dekat, namun Google berencana memperluas dukungan ke lebih banyak institusi pada tahun ini juga.
Live Threat Detection Makin Cerdas Deteksi Malware
Fitur Live Threat Detection yang didukung kecerdasan buatan (AI) kini semakin diperkuat. Sebelumnya, fitur ini fokus mendeteksi stalkerware dan malware. Kini, sistem akan memeriksa dua aktivitas mencurigakan tambahan: penerusan SMS (SMS forwarding) dan accessibility overlays.
Accessibility overlays adalah izin aksesibilitas yang digunakan untuk menampilkan konten di atas layar, yang sering disalahgunakan oleh aplikasi jahat untuk mencuri data atau menampilkan iklan palsu. Dengan pemantauan ini, Android akan memperingatkan pengguna jika ada aplikasi yang menyalahgunakan izin aksesibilitas, mengubah atau menyembunyikan ikonnya, serta berjalan di latar belakang secara mencurigakan.
Menariknya, perangkat Android 17 nantinya juga akan mendapatkan fitur dynamic signal monitoring yang mengidentifikasi pola mencurigakan secara real-time. Ini merupakan langkah maju dalam deteksi ancaman proaktif.
Perlindungan Anti-Pencurian yang Lebih Ketat
Google juga menghadirkan sejumlah peningkatan pada fitur anti-pencurian. Fitur “Mark as lost” pada Android 17 kini akan bekerja dengan autentikasi biometrik. Artinya, pencuri tidak bisa mengakses ponsel meskipun mereka mengetahui PIN atau pola kunci layar Anda.
Saat “Mark as lost” diaktifkan, Quick Settings akan disembunyikan dan koneksi Wi-Fi serta Bluetooth baru akan diblokir. Pada perangkat yang didukung, jumlah percobaan menebak PIN atau pola akan dibatasi dan waktu tunggu antar percobaan akan diperpanjang.
Fitur perlindungan pencurian yang sudah ada, seperti Remote Lock dan Theft Detection Lock, kini akan aktif secara bawaan pada perangkat baru yang menjalankan Android 17, serta perangkat yang di-reset atau diperbarui ke OS terbaru. Fitur-fitur ini juga akan tersedia hingga Android 10 di pasar tertentu, termasuk Argentina, Chili, Kolombia, Meksiko, dan Inggris.
Selain itu, pada Android 12 ke atas, nomor IMEI perangkat dapat diakses dari layar kunci untuk memverifikasi kepemilikan dengan cepat. Pengguna juga bisa menonaktifkan fitur ini di pengaturan jika diinginkan.
Privasi Lokasi dan Kontak Ditingkatkan
Android 17 akan menghadirkan fitur akses lokasi sementara. Pengguna bisa memberikan izin lokasi presisi hanya saat aplikasi tertentu sedang terbuka, tanpa perlu mengubah pengaturan secara permanen atau menghadapi permintaan izin berulang. Akses lokasi ini akan otomatis berhenti saat aplikasi ditutup.
Pengguna juga akan melihat indikator lokasi di bagian atas layar dan bisa mengetuknya untuk melihat aplikasi mana yang baru saja menggunakan lokasi mereka. Ini memberikan transparansi penuh atas data lokasi yang dibagikan.
Peningkatan privasi lainnya adalah kemampuan aplikasi untuk meminta kontak dan bidang data tertentu saja, tanpa harus mengakses seluruh buku alamat pengguna. Ini mengurangi risiko data pribadi bocor melalui aplikasi yang tidak bertanggung jawab.
Advanced Protection Semakin Kuat
Mode Advanced Protection yang dirancang untuk pengguna berisiko tinggi kini mendapatkan peningkatan signifikan. Perangkat Pixel dengan Android 16 ke atas akan memiliki perlindungan USB, dan semua perangkat dengan pembaruan Desember Android 16 akan mendapatkan intrusion logging.
Untuk Android 17, peningkatan mencakup penghapusan layanan aksesibilitas dari aplikasi yang bukan alat aksesibilitas, penonaktifan fitur buka kunci antar-perangkat, dan integrasi deteksi penipuan untuk notifikasi obrolan (chat notifications).
Google juga meluncurkan verifikasi OS Android untuk memastikan perangkat menjalankan build yang sah, serta menyembunyikan kode OTP dari sebagian besar aplikasi selama tiga jam untuk mencegah pencurian.
Pembaruan keamanan ini menunjukkan komitmen Google dalam melindungi pengguna dari ancaman yang terus berkembang. Dengan teknologi AI dan pemantauan proaktif, patch keamanan terbaru menjadi semakin krusial. Bagi pengguna yang ingin tahu lebih lanjut tentang lokasi perkiraan, fitur ini juga menjadi bagian dari ekosistem privasi yang lebih luas.
Dengan segala pembaruan ini, Android semakin siap menghadapi tantangan keamanan di era digital. Pengguna disarankan untuk selalu memperbarui perangkat mereka ke versi OS terbaru agar mendapatkan perlindungan maksimal.





Komentar
Belum ada komentar.