Google Lanjutkan Pengembangan Project Dragonfly untuk China

Project Dragonfly

Telset.id, Jakarta – Google diam-diam melanjutkan rencananya untuk mengembangkan mesin pencari di China pada tahun depan. Informasi tersebut terungkap setelah transkrip bernama Project Dragonfly bocor ke permukaan.

Menurut The Intercept, dilansir Telset.id pada Jumat (12/10/2018), Ketua Mesin Pencari Google, Ben Gomes mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan dari mesin pencari bernama Project Dragonfly.

Baca Juga: Google Selamat dari Gugatan soal Pelanggaran Privasi

Platform itu akan memblokir kata-kata dan ungkapan terlarang di China, seperti “hak asasi manusia”, “hadiah nobel”, dan “protes belajar” untuk menyesuaikan dengan peraturan sensor yang ketat dari pemerintah China.

Dilaporkan, peluncuran Project Dragonfly direncanakan akan terjadi di awal tahun depan. Gomes menilai, mesin pencari khusus China ini merupakan proyek yang sangat penting bagi dirinya.

“Harus saya akui bahwa ini adalah perjalanan nan sulit. Tapi, menurut saya proyek tersebut sangat penting,” ujar Gomes.

Baca Juga: Google Matikan Sementara Google Plus, Ada Ada?

Jurubicara Google mengatakan bahwa perusahaan telah berinvestasi selama bertahun-tahun untuk membantu pengguna di China. Google juga berinvestasi dengan cara mengembangkan berbagai aplikasi untuk platform Android.

Google memang belum secara terbuka mengakui keberadaan Project Dragonfly. Tampaknya, raksasa pencarian ini memang sengaja memilih untuk bungkam. Apalagi, ratusan karyawan Google menandatangani surat tuntutan transparansi.

Baca Juga: 5 Teknologi Baru Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL

Belum lama ini, Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, meminta kepada Google untuk membatalkan pelucnuran mesin pencari khusus China bernama Project Dragonfly, sesuai kebijakan yang diberikan oleh Presiden Donald Trump. (SN/FHP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here