Google Danai USD 1 Juta Penelitian Online Snooping

Jakarta – Google sudah menghabiskan dana sebesar USD 1 juta untuk pengembangan alat yang bertujuan meningkatkan transparansi internet. Dengan alat ini memungkinkan pengguna untuk mendeteksi jika koneksi broadband mereka sedang di cekik™, disensor pemerintah atau pelanggaran lainnya.

Georgia Institute of Technology telah diberikan uang untuk mendanai program pengembangan alat tersebut selama dua tahun. Dan diberikan kembali tambahan dana sebesar USD 500.000 untuk penelitian tambahan waktu satu tahun lagi.

Dalam siaran persnya, peneliti di Georgia Tech mengatakan bahwa mereka berharap untuk mengembangkan a suite of Web-based, sebuah alat ukur internet berskala bagi setiap pengguna di seluruh dunia.

“Dengan bantuan alat ini, pengguna dapat menentukan apakah ISP mereka menyediakan jenis layanan berlangganan berbayar, dan apakah data yang mereka kirim dan terima lebih dari koneksi jaringan mereka karena dirusak oleh pemerintah atau ISP lainnya,” kutip Telsetnews dari Thinq, Kamis (24/3).

Profesor ilmu komputer Wenke Lee, pemimpin tim, mengatakan bahwa timnya akan menciptakan sebuah “ekosistem transparansi” – termasuk alat untuk smartphone dan komputer tablet, untuk memenuhi booming saat ini di akses mobile internet.

Lee mengatakan bahwa alat-alat baru juga bisa membantu rakyat negara-negara dengan rezim yang menindas untuk menilik jika mereka sedang ditolak dalam akses informasi.

“Seperti yang terjadi  di Mesir baru-baru ini, ketika akses internet ditutup,” kata Lee. “Jika kita memiliki komunitas peserta pengguna Internet di negara itu, kita akan langsung tahu ketika pemerintah atau ISP mulai memblokir lalu lintas, merusak hasil pencarian, atau bahkan mengubah informasi berbasis web dalam rangka untuk menyebarkan propaganda,” tambahnya.

Pekan lalu, anggota Anonymous kolektif ‘hacktivist’ mengklaim telah menemukan bukti rencana pengawasan pemerintah AS. Mereka menuding pemerintah AS sedang mengembangkan perangkat lunak – kode-bernama ‘Metal Gear’ oleh kelompok – yang dibentuk untuk menyusup pada jaringan sosial lainnya. [tsn/ hbs]{jcomments on}

 

Previous articleLG Rilis Charger Tanpa Kabel
Next articleFitur baru keluarga Intel generasi kedua

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here