Goldman Sachs Latah Ikut Luncurkan Kripto Sendiri

Telset.id, Jakarta – Mata uang digital (cryptocurrency) alias kripto mulai dilirik sebagai instrumen investasi belakangan ini karena nilainya cenderung terus naik, walau kadang berfluktuasi. Disisi lain, masih banyak pihak yang skeptis terhadap kripto karena ketidakjelasan status hukum dan bentuknya.

Bahkan perusahaan seperti Microsoft, Google, dan Facebook memutuskan untuk melarang iklan berkonten mata uang digital ini. Para raksasa teknologi itu khawatir tentang kemungkinan penipuan, kurangnya pengawasan di lapangan dan lainnya.

Namun pandangan skeptis ini mungkin tidak akan berlangsung lama karena Circle, perusahaan rintisan (startup) pembayaran yang dimiliki oleh bank investasi multinasional Goldman Sachs, baru saja mengumumkan peluncuran kripto buatannya yang disebut Circle USD Coin.

Menurut digitaltrends.com, Jumat (18/5/2018), pesaing bitcoin ini adalah kripto pertama yang dibuat dan dirilis oleh salah satu raksasa keuangan dunia.

Kripto baru yang dirilis perusahaan keuangan terkemuka ini dinilai bisa menaikkan citra mata uang digital secara umum di pasar keuangan konvensional. Eek positifnya, nilai jual kripto yang sudah ada seperti bitcoin dan ethereum akan semakin melesat.

USD Coin ini akan membantu mengurangi volatilitas lebih lanjut, tidak seperti banyak cryptocurrency lainnya, karena terikat dengan dolar AS. Orang yang memiliki kripto ini harus memiliki US$ 1 atau sekitar Rp 14 ribuan untuk setiap USD Coin yang mereka miliki. Pada dasarnya, ini adalah dolar AS yang beroperasi pada teknologi blockchain.

“Mata uang yang stabil harganya, seperti token yang dipatok terhadap dolar AS, sangat penting untuk memungkinkan adopsi teknologi mainstream blockchain untuk pembayaran, serta untuk mendukung pematangan dalam kontrak keuangan yang dibangun di atas platform kontrak cerdas, seperti surat berharga, pinjaman dan properti, ” kata Circle dalam keterangan persnya.

“Ada beberapa pendekatan yang menarik untuk mengatasi kebutuhan ini, mencakup reimaginasi algoritmik pasokan uang ke token yang didukung kripto untuk memalsukan token yang didukung aset.” imbuh dia.

Circle optimistis USD Coin akan memiliki prospek cukup bagus, mengingat tren kripto yang terus mengalami fluktuasi besar dari hampir tidak ada nilainya menjadi lebih dari US$ 10.000 atau mencapai Rp 140 juta dalam waktu kurang dari satu dekade. Dalam beberapa hal, kripto ini lebih seperti layanan alternatif dalam menggunakan kartu kredit atau debit reguler Anda.

Perusahaan ini juga berbagi berita tentang putaran investasi senilai US$110 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun yang dipimpin oleh Bitmain, penambang bitcoin yang mengoperasikan Antpool, salah satu kolam penambangan bitcoin terbesar. [WS/HBS]

Sumber: Digitaltrends

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here