telset

Genjot Mobile Wallet, XL Targetkan 5 Juta Pengguna di 2013

Jakarta – Sejak diluncurkan setahun yang lalu, pertumbuhan traksaksi XL Tunai menunjukkan prospek yang positif dengan berhasil memiliki 200 ribu pengguna. Ditergetkan tahun 2013, layanan ini akan bisa meraup 5 juta pengguna.

“Trend pertumbuhannya positif, yakni sekitar 30% setiap bulannya. Saat ini ada sekitar 200 ribu pengguna, dan ditergetkan hingga akhir tahun 2012 bisa bertambah menjadi 600 ribu pengguna,” kata Senior GM M-Finance XL, Yessie D. Yosetya saat acara media update XL Tunai di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (23/10).

Melihat hasil positif tersebut, ia optimis layanan pembayaran digital ini akan terus berkembang di tahun-tahun mendatang. “Kami tergetkan di tahun 2013, pelanggan XL Tunai bisa mencapai 5 juta pelanggan,” ujarnya.

Ia memaparkan, saat ini untuk rata-rata transaksi belanja yang dilakukan setiap hari sebesar Rp 100 ribu. Sementara untuk isi ulang pulsa, rata-rata transaksi per hari sebesar Rp 50 ribu.

Menurutnya, melalui layanan XL Tunai, pihaknya ingin lebih mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi pemakaian sistem pembayaran secara tunai. “Layanan XL Tunai memang diharapkan bisa mendorong penerapan less cash society yang saat ini juga terus didorong oleh pemerintah,” sebutnya.

Pendapat senada diungkapkan VP E-Channel Bank BII, Laksono, yang mengatakan, pihak perbankan, khususnya BII sangat mendukung layanan pembayaran non tunai seperti XL Tunai, karena lebih mempermudah sistem pembayaran di masyarakat.

“Kami pihak perbankan saat ini memang terus menggalakan less cash society di masyarakat. Oleh sebab itu, kami sangat senang jika pihak operator telekomunikasi juga mulai mengembangkan layanan e-money,” ujar Laksono.

Dia juga mengapresisasi pengembangan layanan XL Tunai karena memang selama ini . hambatan yang sering ditemui adalah penyebaran merchant penerima e-money yang masih terbatas.

“Sebagai produk yang relatif masih baru, e-money saat ini belum dikenal luas oleh masyarakat, oleh sebab itu masih perlu sosialisasi ke masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Joedi Wisoeda, VP Digital Services XL menambahkan, layanan XL Tunai tidak melanggar aturan yang ditetapkan Bank Indonesia (BI). Ia berdalih, bisnis e-money yang dikembangkan operator telekomunikasi berbeda dengan service financial yang dikembangkan pihak perbankan.

“Kami bukan jasa perbankan, karena hanya menyediakan layanan untuk bertransaksi saja. Sementara uangnya tetap ada di bank,” jelasnya.

Ia menegaskan, XL masih tetap mengikuti kebijakan dari BI yang berlaku saat ini. Dan hanya mengadopsi elektronic money untuk mensosialisasikan less cash society di Indonesia.

“Layanan mobile wallet yang dikembangkan operator telekomunikasi tidak saling bersaing dengan bisnis perbankan. Justru kami saling bersinergi untuk membesarkan bisnis masing-masing,” pungkasnya.

Seperti diketahui, XL Axiata terus menggenjot layanan pembayaran digitalnya, XL Tunai, dengan menggandeng lebih banyak mitra kerja dan penambahan merchant.

Penambahan merchant dan mitra kerjasama diantaranya dengan jaringan Alfamart untuk penerimaan dan penarikan dana, serta pembelanjaan, Bank BII untuk pengiriman dan penarikan dana ke jaringan Bank dan juga Blibli.com untuk pembelanjaan Online.[hbs]

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0