Gara-gara Jual iPad, Dua Pemuda Masuk Penjara

Jakarta – Hanya karena menjual iPad yang belum dilengkapi manual book berbahasa Indonesia, sepasang anak muda, Randy dan Dian ditangkap petugas kepolisian dan diancam hukuman 5 tahun penjara.

Mungkin kedua orang anak muda ini tak menyangka nasibnya akan seapes ini. Hanya karena menjual 2 buah iPad 3G Wi Fi 64 GB di forum jual beli situs Kaskus, mereka harus menghadapi ancaman tuntutan 5 tahun penjara.

Menurut keterangan kedua alumni ITB tersebut, kejadian ini berawal saat mereka menawarkan produk iPad di forum jual beli situs Kaskus. Setelah mereka mendapatkan calon pembelinya, maka mereka pun sepakat bertemu untuk transaksi barang di Mall City Walk, Tanah Abang, Jakarta.

Akhirnya pada tangga 24 November 2010, Randy dan Dian bertemu calon pembelinya ditempat tersebut. Namun setelah bertemu, bukan proses transaksi yang terjadi. Karena keduanya lantas ditangkap petugas kepolisian dari Polda Metro Jaya yang bernama Eben Patar Opsunggu yang menyamar sebagai pembeli.

Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, keduanya didakwa telah melanggar Pasal 62 Ayat (1) juncto Pasal 8 Ayat (1) Huruf j UU No 8/ 1999 tentang Perlindungan Konsumen karena tidak memiliki manual book berbahasa Indonesia.

Selain itu, keduanya juga dijerat dengan Pasal 52 juncto Pasal 32 Ayat (1) UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi, karena iPad belum terkategori alat elektronik komunikasi resmi. Ancamannya pidana penjara paling lama 5 tahun penjara.

Randy dan Dian kini masih harus menghuni sel tahan di Rumah Tahanan Salemba sejak 3 Mei 2011 lalu. Keduanya nampak pasrah dengan kasus yang menimpanya, karena menurut mereka dalam kasus ini, mereka sama sekali tidak tahu kalau menjual iPad itu dianggap sebuah tindak kejahatan.

“Saya sama sekali tidak tahu dan tidak punya niat melakukan kejahatan. Saya cuma membeli iPad itu senilai Rp 8,5 juta, dan kami menjualnya kembali lewat forum jual beli Kaskus. Itu juga baru pertama kali kami menjual iPad, tapi malah ketiban sial seperti ini, keluh Dian kepada wartawan saat ditemui di Rutan Salemba, Jakarta, Sabtu (2/7).

Walaupun merasa tertekan dengan kasusnya, namun keduanya merasakan cukup gembira karena masih tetap mendapat dukungan moral dari keluarga dan teman-temannya sesama alumnus ITB. Yang membuat kami bisa sedikit tegar menghadapi masalah ini karena keluarga dan teman-teman ITB selalu mendukung kami, ujarnya.

Bahkan menurut Dian, mereka berdua cukup kaget karena kasus ini akhirnya ramai dibicarakan orang, terutama para kaskusers. Kami gak menyangka kasus ini jadi perhatian publik. Ya, semoga saja bisa cepat selesai, ucap Dian berharap. [hbs]{jcomments on}

Previous articleDemi Galaxy Tab 10, Ratusan Orang Rela Menginap
Next articleKominfo: Tak Perlu Dipenjara, Cukup Dijelaskan Soal Sertifikasi

1 COMMENT

  1. Hey there just wanted to give you a quick heads up.

    The text in your article seem to bbe running off the screen in Safari.
    I’m not sure iif this is a format issue or something to do with web browser compatibility but I figured I’d post to let you know.
    The style and design look great though! Hope you get the issue resolved soon. Many
    thanks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here