Ilustrasi akuisisi Gamma terhadap Lica untuk divisi riset desain

Gamma Akuisisi Lica untuk Bangun Divisi Riset Desain Baru

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Gamma akuisisi Lica untuk bangun divisi riset desain baru
  • Pendiri Lica, Priyaa Kalyanaraman dan Purvanshi Mehta, pimpin tim riset
  • Lica didirikan 2023, kumpulkan $4 juta dari Accel, South Park Commons, Village Global
  • Gamma fokus pada presentasi multimodal dan format komunikasi baru
  • Gamma telah kumpulkan $68 juta dengan valuasi $2,1 miliar
  • OpenAI juga akuisisi NextSlide, tanda konsolidasi industri AI presentasi
  • Visi bersama: membuat komunikasi visual mudah untuk 100 juta+ pengguna

Telset.id – Startup presentasi Gamma resmi mengakuisisi startup desain Lica yang didukung Accel. Akuisisi ini bertujuan membangun laboratorium riset desain sendiri, dengan pendiri Lica yang akan memimpin divisi tersebut. Langkah ini menandai konsolidasi baru di industri AI presentasi yang tengah berkembang pesat.

Lica memulai perjalanannya sebagai aplikasi yang mengubah tangkapan layar dan rekaman menjadi presentasi proyek serta video. Didirikan oleh Priyaa Kalyanaraman dan Purvanshi Mehta pada tahun 2023, perusahaan ini berhasil mengumpulkan dana sebesar $4 juta dari investor seperti Accel, South Park Commons, dan Village Global setahun kemudian.

Dalam beberapa tahun terakhir, Lica fokus bekerja sama dengan situs e-commerce untuk membuat video pemasaran yang sesuai dengan panduan merek. Kalyanaraman mengungkapkan bahwa Lica ingin membangun model AI seputar metode komunikasi, termasuk video dan desain. Kedua pendiri tersebut ternyata sudah mengenal CEO Gamma, Grant Lee, karena kedua perusahaan sama-sama didukung oleh Accel dan South Park Commons.

Percakapan yang terjalin akhirnya mengarah pada kesepakatan akuisisi ini. Kalyanaraman menjelaskan kesamaan visi kedua perusahaan menjadi alasan utama penggabungan ini.

“Kami memiliki visi North Star yang sangat mirip, yaitu ingin membuat komunikasi visual menjadi mudah. Kami banyak fokus pada riset frontier dan memastikan hal itu dapat diakses oleh pengguna. Tapi itu hanya satu bagian dari solusi. Gamma telah banyak fokus membangun distribusi, membawa aplikasi ke lebih dari 100 juta pengguna. Mengingat segala sesuatu bergerak sangat cepat, kami memutuskan untuk bergabung,” ujar Kalyanaraman kepada TechCrunch.

Gamma akan terus fokus membantu orang membuat presentasi, namun seperti perusahaan desain lainnya, mereka juga mulai menawarkan pembuatan gambar. Perusahaan menyatakan kini ingin mengeksplorasi berbagai format komunikasi dengan divisi riset barunya.

Lee menjelaskan bahwa presentasi saat ini menjadi use case inti, namun perusahaan ingin memperluas bagaimana presentasi terlihat dan terasa di masa depan. Pertanyaan tentang visual yang mungkin, tingkat interaktivitas, dan cara orang terlibat dengan presentasi membutuhkan pemikiran mendalam tentang tanggung jawab inti komunikasi.

“Presentasi bagi kami hari ini adalah use case inti, tapi bagaimana kami memperluas tampilan dan nuansa presentasi, dan bagaimana orang terlibat dengannya di masa depan? Visual apa yang mungkin? Seberapa interaktif mereka? Pertanyaan-pertanyaan ini semua mengharuskan kami berpikir mendalam tentang tanggung jawab inti komunikasi. Inilah mengapa kami bersemangat berinvestasi di area ini, karena kami tidak berpikir ada orang lain yang berpikir pada level itu,” kata Lee.

Sementara itu, Mehta dari Lica menyatakan divisi riset baru akan mengerjakan kustomisasi gaya presentasi dan komunikasi model AI untuk berbagai audiens dan selera. Tujuannya adalah membangun platform di mana personalisasi dapat dilakukan sedemikian rupa sehingga pengguna mendapatkan output yang sangat baik dan dapat mengeditnya untuk audiens yang berbeda.

“Inti dari presentasi adalah mengkomunikasikan tujuan besar. Kami berpikir tentang membangun platform di mana dua tujuan ini dapat dipersonalisasi sedemikian rupa sehingga Anda mendapatkan output yang sangat baik, dan kemudian Anda dapat mengedit untuk audiens yang berbeda,” jelas Mehta.

Gamma belum mengungkapkan produk apa yang akan dibangun sebagai hasil dari akuisisi ini. Namun perusahaan menyatakan ingin menciptakan presentasi multimodal yang fluid serta modalitas komunikasi lainnya.

Industri startup AI presentasi telah menerima banyak perhatian dan investasi dari investor dalam beberapa tahun terakhir. Prezent berhasil mengumpulkan $50 juta dalam dua putaran pendanaan. Sementara itu, Gamma sendiri telah mengumpulkan $68 juta dengan valuasi $2,1 miliar. Presentations.ai juga didukung oleh Accel.

Konsolidasi di kategori ini mulai terlihat jelas. Awal bulan ini, OpenAI mengakuisisi NextSlide, menandai tren penggabungan di sektor ini. Akuisisi Gamma terhadap Lica menjadi bukti lain bahwa pasar AI presentasi sedang mengalami fase konsolidasi.

Pasar AI presentasi memang sedang panas. Banyak perusahaan berlomba membangun teknologi yang dapat membantu pengguna membuat presentasi secara otomatis dan efisien. Gamma dengan lebih dari 100 juta pengguna menjadi salah satu pemain terbesar di segmen ini.

Akuisisi ini juga menunjukkan pentingnya riset desain dalam pengembangan produk AI. Dengan divisi riset baru yang dipimpin oleh pendiri Lica, Gamma berharap dapat memperkuat kemampuan risetnya dalam komunikasi visual dan desain.

Kalyanaraman dan Mehta membawa pengalaman berharga dari Lica, terutama dalam hal membangun model AI untuk komunikasi dan desain. Keahlian ini diharapkan dapat membantu Gamma mengembangkan produk-produk baru yang lebih inovatif.

Fokus pada kustomisasi gaya presentasi untuk berbagai audiens menunjukkan arah pengembangan yang jelas. Gamma ingin memastikan bahwa setiap pengguna dapat menghasilkan presentasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

Langkah Gamma ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada personalisasi. Kemampuan untuk menyesuaikan presentasi untuk audiens yang berbeda menjadi nilai tambah yang signifikan di pasar yang semakin kompetitif.

Meskipun detail produk belum diungkapkan, visi Gamma untuk menciptakan presentasi multimodal yang fluid menunjukkan ambisi mereka untuk mendorong batas-batas komunikasi visual. Perusahaan ingin mengeksplorasi format-format baru yang belum banyak dieksplorasi oleh kompetitor.

Investor dan pengamat industri akan mencermati langkah Gamma selanjutnya setelah akuisisi ini. Pertanyaannya adalah bagaimana Gamma akan mengintegrasikan tim Lica dan teknologi yang mereka miliki ke dalam platform yang sudah ada.

Dengan valuasi $2,1 miliar dan dukungan investor ternama, Gamma memiliki sumber daya yang cukup untuk mengembangkan divisi riset barunya. Akuisisi Lica menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi mereka di pasar AI presentasi.

Persaingan di industri ini semakin ketat dengan masuknya pemain-pemain baru dan konsolidasi yang terjadi. OpenAI yang mengakuisisi NextSlide menjadi contoh bagaimana perusahaan besar mulai serius memasuki pasar ini.

Bagi pengguna, akuisisi ini bisa berarti hadirnya fitur-fitur baru yang lebih canggih di Gamma. Divisi riset yang baru diharapkan dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang membuat pengalaman membuat presentasi menjadi lebih baik.

Perkembangan di industri AI presentasi ini menarik untuk diikuti, terutama bagi mereka yang berkecimpung di dunia bisnis dan kreatif. Teknologi ini berpotensi mengubah cara orang membuat dan menyajikan presentasi.

Gamma sendiri telah membuktikan diri sebagai pemain utama dengan basis pengguna yang besar. Dengan tambahan kapabilitas riset dari Lica, perusahaan ini berpotensi menjadi pemimpin dalam inovasi presentasi berbasis AI.

Kesepakatan ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antar startup yang didukung investor yang sama bisa menjadi jalan untuk pertumbuhan dan inovasi. Kedekatan dengan investor yang sama memudahkan proses akuisisi ini terjadi.

Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana Gamma memanfaatkan divisi riset barunya untuk mengembangkan produk-produk yang mampu menjawab kebutuhan pengguna yang terus berkembang. Industri AI presentasi diprediksi akan semakin kompetitif dengan hadirnya inovasi-inovasi baru. Perkembangan teknologi AI di berbagai sektor juga terus berlanjut, seperti yang terlihat pada upaya eksplorasi luar angkasa yang memanfaatkan kecerdasan buatan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.