Telset.id – Bocornya spreadsheet internal Microsoft mengungkap gaji karyawan yang fantastis, dengan posisi entry-level software engineer meraih hingga US$155.500 atau sekitar Rp1,7 miliar per tahun. Data yang diperoleh Business Insider ini menunjukkan rentang gaji di salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia tersebut.
Spreadsheet yang disusun secara sukarela oleh sekitar 600 karyawan Microsoft dari berbagai tingkat senioritas ini memberikan gambaran nyata tentang kompensasi di perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 220.000 orang. Meskipun data ini hanya mencakup sebagian kecil dari total karyawan, informasi tersebut tetap menjadi sorotan penting bagi para profesional teknologi yang ingin mengetahui standar gaji di industri.
Sistem level pekerjaan yang diterapkan Microsoft menjadi faktor utama mengapa gaji karyawan bervariasi secara signifikan. Pada level 59 dan 60 yang setara dengan entry-level software engineer, gaji pokok berkisar antara US$111.000 hingga US$155.500. Bonus tunai di level ini bisa nihil, namun beberapa karyawan melaporkan menerima hingga US$25.000.
Angka tersebut terbilang sangat tinggi jika dibandingkan dengan median pendapatan Amerika Serikat yang mencapai US$53.010 pada 2025. Bahkan dibandingkan rata-rata gaji awal untuk entry-level engineer di pasar kerja AS yang tercatat di bawah US$105.000 menurut ZipRecruiter, tawaran Microsoft berada di kisaran atas.

Gaji Level Menengah dan Senior
Memasuki level 63 dan 64, karyawan Microsoft dapat mengantongi gaji mulai dari US$136.400 hingga US$245.000, dengan bonus yang bisa mencapai US$60.000. Sementara itu, di level principal atau direktur, gaji yang dilaporkan mencapai US$280.000 dengan bonus hingga US$110.000.
Baca Juga:
Meski angka-angka ini terlihat menggiurkan, perlu dicatat bahwa data tersebut hanyalah gambaran kecil dari organisasi yang jauh lebih besar. Angka gaji ini juga tidak mencakup pekerja dengan upah terendah, seperti kontraktor yang bertugas membersihkan kantor atau mengurus kebersihan lingkungan kerja.
Keluhan Karyawan Soal Kompensasi
Menariknya, tidak semua profesional teknologi merasa puas dengan kompensasi di Microsoft. Di Blind, forum anonim terverifikasi untuk profesional industri teknologi, sejumlah insider Microsoft mengeluhkan bahwa kompensasi mereka tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan.
“Saya baru saja menjalani diskusi rewards dan dibuat merasa bahwa saya harus puas dengan kompensasi kacang,” tulis salah satu pekerja Microsoft. “Setelah menghabiskan seluruh tahun mengorbankan waktu pribadi untuk menangani insiden di luar jam kerja dan mendapat pujian terus-menerus, saya diberikan rewards yang agresif di bawah rata-rata dan ini terasa seperti pengkhianatan.”
Seorang pekerja Google menimpali, “Keluar saja, Microsoft menyebalkan. Saya basically menggandakan kompensasi saya ketika keluar dan saya tidak mendapat title bump. Work life balance saya jauh lebih baik di Google.”
Perbandingan gaji antar perusahaan teknologi ini menunjukkan dinamika persaingan talenta yang ketat. Bagi para profesional yang mempertimbangkan karier di industri teknologi, data ini menjadi referensi penting dalam negosiasi gaji. Sementara bagi pengamat industri, bocornya data ini memberikan transparansi yang jarang terjadi di perusahaan sebesar Microsoft.
Perlu diingat bahwa data ini bersifat sukarela dan hanya mewakili sebagian kecil karyawan. Namun, informasi ini tetap berharga untuk memahami standar kompensasi di salah satu raksasa teknologi dunia, terutama bagi mereka yang sedang mempertimbangkan peluang karier di industri ini.





Komentar
Belum ada komentar.