šŸ“‘ Daftar Isi

Karyawan Flock Safety dan kamera pembaca pelat nomor di tengah program buyout perusahaan

Flock Tawarkan Buyout ke 1.500 Karyawan di Tengah Krisis Kontrak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
ā±ļø4 menit membaca
Bagikan:
  • Flock Safety buka buyout untuk sekitar 1.500 karyawan, tenggat keputusan 2 Oktober 2026
  • Paket disebut paling murah hati, sekitar dua kali pesangon sebelumnya
  • Karyawan tahu hasil pengajuan 9 Oktober, mayoritas keluar 29 Oktober
  • Perusahaan kehilangan kontrak dan hadapi vandalisme kamera
  • 93 pemerintah daerah putus hubungan dengan Flock pada Agustus 2026

Telset.id – Flock Safety membuka program pemutusan hubungan kerja sukarela atau buyout bagi sekitar 1.500 karyawannya mulai Jumat ini, dengan tenggat keputusan pada 2 Oktober 2026. Langkah ini diambil perusahaan di tengah gelombang pembatalan kontrak dan meningkatnya kekhawatiran publik di Amerika Serikat terhadap jaringan kamera pembaca pelat nomor (license plate reader) yang selama ini menjadi bisnis intinya.

Dalam email internal yang dikutip WIRED, Flock memperkirakan akan menyetujui buyout bagi mayoritas karyawan yang mengajukan. Sumber yang mengetahui program ini namun tidak berwenang membicarakannya secara publik menilai sejumlah besar dari sekitar 1.500 karyawan startup tersebut berpotensi memilih keluar dari perusahaan.

Program ini menjadi sinyal tekanan yang nyata bagi Flock. Perusahaan yang didirikan pada 2017 itu sebelumnya mengumpulkan dana pada valuasi lebih dari US$8 miliar dalam putaran pendanaan yang ditutup April 2026. Kini, sejumlah kontraknya tidak diperpanjang atau justru dihentikan sepanjang tahun ini, kondisi yang menurut dua sumber berpotensi membuat perusahaan tidak mencapai target pendapatan.

Paket Buyout dan Tenggat Waktu Karyawan

Flock menyebut program pemisahan ini memberikan ā€œagensi lebih besarā€ bagi karyawan dan ā€œmemperlakukan karyawan dengan transparansi, rasa hormat, dan pilihanā€. Perusahaan juga mendeskripsikan paket tersebut sebagai yang ā€œpaling murah hatiā€ yang pernah ditawarkan, sekitar dua kali lipat dari tawaran pesangon sebelumnya.

Beberapa karyawan Flock disebut telah menerima tawaran buyout di kisaran puluhan ribu dolar. Paket itu juga mencakup jaminan kesehatan selama beberapa bulan serta kemampuan mengeksekusi opsi saham dalam dua tahun setelah pemisahan, periode yang lebih panjang daripada yang biasanya diberikan perusahaan kepada karyawan yang mengundurkan diri.

Karyawan Flock dijadwalkan mengetahui apakah pengajuan mereka diterima pada 9 Oktober 2026. Sebagian besar karyawan yang diterima akan meninggalkan perusahaan pada 29 Oktober, meski dalam beberapa kasus Flock dapat meminta karyawan bertahan satu hingga tiga bulan tambahan. Flock tidak segera merespons permintaan komentar terkait program ini.

Tekanan terhadap Flock bukan hanya soal kontrak. Sumber yang mengetahui rencana pesangon perusahaan menyebut sebagian karyawan mungkin menerima tawaran tersebut di tengah spekulasi bahwa Flock, yang telah mengumpulkan sekitar US$1,2 miliar modal ventura, bisa menjual sebagian atau seluruh bisnisnya demi bertahan.

ā€œKetika kamu melihat cukup banyak vandalismeā€ yang menyasar kamera Flock tahun ini, ujar salah satu sumber, ā€œkamu tahu tulisan sudah ada di dindingā€ bahwa sesuatu harus berubah. Gelombang vandalisme yang menyasar kamera perusahaan secara tak terduga meningkatkan beban biaya Flock.

Dampak Pembatalan Kontrak dan Sorotan Privasi

Flock menawarkan pesangon ini saat perusahaan terus kehilangan pelanggan akibat meningkatnya kekecewaan di Amerika Serikat terhadap jaringan kamera pembaca pelat nomornya yang luas. Jaringan tersebut memicu kekhawatiran soal privasi dan penyalahgunaan.

Dalam sebulan terakhir, WIRED mendokumentasikan dugaan penyalahgunaan Flock oleh petugas untuk melacak mantan pasangan romantis dan kolega, mengungkap seberapa luas sebagian instansi berbagi akses ke sistem tersebut, menunjukkan betapa sedikitnya informasi tentang manufaktur perangkatnya, serta mengungkap secara lebih rinci banyaknya informasi yang dikumpulkan kamera Flock berdasarkan data dari perangkat Flock yang dibongkar.

Salah satu kelompok advokasi mengidentifikasi 93 pemerintah kota dan kabupaten yang memutus hubungan dengan Flock hanya pada Agustus 2026. Secara keseluruhan sepanjang 2026, sekitar tiga kali lebih banyak pemerintah daerah yang meninggalkan Flock dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Isu privasi dan penyalahgunaan data memang menjadi sorotan panjang. Sejumlah laporan sebelumnya menyoroti bagaimana data kamera pengintai masih menjadi perhatian banyak pihak, termasuk dugaan kabur dari klaim kamera buatan AS. Persoalan ini turut memperkuat alasan sejumlah daerah menghentikan kerja sama, sejalan dengan laporan bahwa data kamera pengintai tetap menjadi sorotan meski kontrak dibatalkan.

CEO Flock Garrett Langley dalam podcast All-In bulan lalu menyatakan ā€œkerusakan terbesarā€ akibat reaksi balik terhadap perusahaan adalah ā€œmoral internalā€. ā€œKarena kamu membuka X atau Reddit dan bertanya, kenapa orang begitu marah kepada kita padahal kita sudah melakukan hal yang sama selama sembilan tahun?ā€ kata Langley. ā€œDan kenapa mereka begitu marah atas hal-hal yang tidak kita lakukan? Kami hanya ingin orang-orang aman.ā€

Sejumlah insiden juga memperkuat kritik terhadap teknologi Flock, termasuk kasus salah tangkap yang menimpa seorang wanita Florida yang ditahan 13 hari. Peristiwa itu menambah daftar kekhawatiran soal akurasi sistem pembaca pelat nomor otomatis yang digunakan perusahaan.

Di sisi lain, Flock belakangan membangun produk yang memperluas bisnisnya di luar kamera pembaca pelat nomor. WIRED melaporkan bulan lalu bahwa perusahaan mengembangkan perangkat lunak investigasi berbasis AI untuk mengidentifikasi pengemudi, menemukan potensi rekan berdasarkan pola pergerakan, dan mencari lintas catatan polisi serta data lainnya.

Analisis terpisah WIRED terhadap perangkat lunak Flock menemukan alat yang dirancang untuk terus-menerus memindai feed kamera guna mencari orang yang cocok dengan deskripsi tertulis. Analisis kode Flock juga menemukan potensi integrasi dengan drone dan sistem pengawasan lain.

Tanpa buyout, salah satu sumber meyakini Flock hampir pasti harus melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sebagian staf. Dengan valuasi besar dan modal ventura sekitar US$1,2 miliar yang telah dikumpulkan, program pesangon sukarela ini menjadi salah satu upaya perusahaan menyesuaikan diri dengan realitas bisnis yang berubah.

[ META_DESCRIPTION]
Flock Safety buka buyout untuk 1.500 karyawan dengan tenggat 2 Oktober 2026, di tengah pembatalan kontrak dan sorotan privasi kamera pelat nomor.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.