📑 Daftar Isi

Flipkart Minutes bangun 1.000 micro-fulfillment center di India untuk layanan quick commerce

Flipkart Minutes Bangun 1.000 Pusat Mikro di India, Saingi Amazon

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Flipkart Minutes telah membangun 1.000 micro-fulfillment center di India dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diluncurkan
  • Target ekspansi mencapai 1.500 pusat pemenuhan mikro pada akhir tahun 2026
  • Flipkart berpotensi menjadi jaringan quick commerce terbesar kedua di India setelah Blinkit
  • Amazon Now juga ekspansi dengan target 1.000 pusat di 100 kota
  • Permintaan di Flipkart Minutes tumbuh 400% secara tahunan, retensi pelanggan naik 20%
  • Pertumbuhan signifikan datang dari kota-kota kecil di luar wilayah metropolitan India
  • Pola belanja berubah dari bahan makanan ke elektronik, kecantikan, dan produk perawatan pribadi
  • India memiliki lebih dari 5.500 dark store, diproyeksikan naik menjadi 7.500 pada 2030

Telset.id – Persaingan bisnis quick commerce di India semakin memanas. Flipkart, perusahaan e-commerce yang didukung Walmart, mengumumkan bahwa layanan Flipkart Minutes telah membangun jaringan 1.000 pusat pemenuhan mikro (micro-fulfillment center) dalam waktu kurang dari dua tahun sejak diluncurkan. Langkah ini menjadi sinyal kuat bagi kompetitor seperti Amazon yang juga tengah mempercepat ekspansi di sektor pengiriman instan di negara Asia Selatan tersebut.

Flipkart berencana untuk terus menggencarkan ekspansi. Perusahaan menargetkan untuk menambah jaringan pusat pemenuhan mikro menjadi 1.500 unit pada akhir tahun 2026. Pembangunan yang cepat ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Flipkart di tengah persaingan sengit dengan pemain lain seperti Blinkit, Zepto, Swiggy Instamart, dan Amazon yang juga berlomba membangun infrastruktur dan merebut hati pelanggan.

Berdasarkan jumlah toko saat ini dan rencana ekspansi yang diumumkan, Flipkart berpotensi menjadi jaringan quick commerce terbesar kedua di India berdasarkan jumlah pusat pemenuhan mikro, tepat di bawah Blinkit. Blinkit, yang dimiliki oleh perusahaan pengiriman makanan Eternal, saat ini mengoperasikan 2.243 pusat pemenuhan mikro, menurut catatan terbaru dari Jefferies. Pesaing lainnya seperti Zepto dan Swiggy Instamart juga terus memperluas jaringan mereka.

India: Medan Pertempuran Quick Commerce Global

India telah muncul sebagai salah satu pasar quick commerce dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Perusahaan-perusahaan berlomba membangun jaringan yang mampu mengirimkan segala sesuatu, mulai dari bahan makanan, produk kecantikan, hingga elektronik dalam hitungan menit. Blinkit masih memimpin pasar, sementara Zepto, Swiggy Instamart, Flipkart, dan Amazon terus berinvestasi besar-besaran untuk memperluas jangkauan dan memenangkan persaingan.

Intensitas persaingan semakin meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Amazon mempercepat peluncuran Amazon Now, yang saat ini tersedia di lebih dari 15 kota dan mengoperasikan lebih dari 500 pusat pemenuhan mikro. Amazon berencana memperluas layanan ini ke 100 kota dengan lebih dari 1.000 pusat pemenuhan mikro, sambil memperluas variasi produknya melampaui bahan makanan ke kategori seperti pakaian, elektronik, dan produk rumah tangga.

Perubahan Pola Belanja di Flipkart Minutes

Pergeseran pola belanja juga terlihat jelas di Flipkart Minutes, yang diluncurkan pada Agustus 2024. Permintaan kini semakin banyak datang dari kategori elektronik, kecantikan, dan produk perawatan pribadi, bukan hanya bahan makanan. Kunal Gupta, kepala Flipkart Minutes, mengungkapkan kepada TechCrunch bahwa pesanan di platform tersebut telah tumbuh sekitar 400% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara retensi pelanggan meningkat 20% secara tahunan.

“Apa yang dimulai sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari telah berkembang menjadi kebiasaan belanja baru bagi jutaan orang India,” ujar Gupta. “Pelanggan tidak hanya memesan lebih banyak; mereka memesan dengan cara yang berbeda.”

Flipkart telah memperluas layanan Minutes ke lebih dari 130 kota dan 8.000 kode pos. Pertumbuhan paling signifikan justru datang dari kota-kota kecil di luar wilayah metropolitan terbesar India. Pasar-pasar tersebut mencatat pertumbuhan lebih dari 4.000% dari tahun sebelumnya, didorong oleh ekspansi ke 90 kota baru. Gupta mencontohkan kota seperti Patna, Guwahati, dan Siliguri sebagai contoh di mana toko-toko baru berkembang lebih cepat dari perkiraan, dan menyebut Lucknow sebagai salah satu pasar dengan kinerja terbaik.

Amazon juga bertaruh pada permintaan dari luar kota-kota besar India. Perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa 70% anggota Prime baru berasal dari pasar yang lebih kecil dan tetap berada di jalur yang tepat untuk menggandakan basis anggota Prime dari level tahun 2023 pada akhir tahun ini. Amazon menambahkan bahwa kebutuhan sehari-hari kini menyumbang satu dari setiap dua unit yang dikirim di Amazon.in, dengan Amazon Now meningkatkan frekuensi belanja di kalangan pelanggan.

Gupta mengatakan bahwa Flipkart melihat pelanggan menggunakan Minutes bersamaan dengan platform e-commerce utamanya, bukan sebagai pengganti. Hal ini mendorong pembelian yang lebih sering dan membantu ekspansi ke kategori seperti produk segar dan kebutuhan sehari-hari. Perusahaan mencatat bahwa nilai pesanan rata-rata untuk buah dan sayuran naik 30% secara tahunan. Flipkart berencana untuk terus membuka antara 75 hingga 100 pusat pemenuhan mikro setiap bulan sambil memperluas ke kota-kota tambahan di seluruh negeri.

Ekspansi cepat oleh Flipkart dan Amazon ini menggarisbawahi bagaimana India telah menjadi tempat uji coba untuk fase berikutnya dari e-commerce. Perusahaan-perusahaan berlomba untuk mengubah quick commerce dari layanan pengiriman bahan makanan menjadi platform belanja yang lebih luas. India saat ini sudah memiliki lebih dari 5.500 dark store, menurut Bernstein, dan analis industri memperkirakan jumlah itu akan naik menjadi sekitar 7.500 pada tahun 2030 seiring perusahaan berekspansi ke kota-kota kecil dan memperluas penawaran produk mereka.

“Kami akan terus berekspansi dengan cepat, tidak akan melambat setelah 1.000 toko, dan kami akan all-in,” tegas Gupta.

Komentar

Belum ada komentar.