Telset.id – TikTok secara resmi melarang penggunaan iPhone, iPad, televisi, dan sejumlah barang bernilai tinggi lainnya sebagai hadiah dalam fitur live auction bernama “Surprise Set” setelah gelombang protes dari pengguna yang merasa tertipu. Kebijakan ini diterapkan sehari setelah media WIRED melaporkan keluhan para pembeli yang mengaku dirugikan oleh praktik lelang yang dianggap menyesatkan.
Fitur “Surprise Set” merupakan mekanisme lelang di TikTok Shop yang memungkinkan host membuat kumpulan hingga 500 produk. Penawar tertinggi tidak otomatis mendapatkan barang yang mereka kira, melainkan hanya mendapat kesempatan memutar roda digital untuk menentukan hadiah secara acak. Masalah muncul ketika host menampilkan tumpukan produk mahal seperti iPhone dan iPad sebagai umpan, sementara sebagian besar hadiah yang tersedia adalah barang murah seperti kabel charger dan tempat pensil.
Seorang pemenang lelang menulis di chat stream, “Saya membayar $147 untuk boneka binatang. Saat menawar, Anda bilang saya bisa memenangkan iPhone itu, tapi yang saya dapat hanyalah BB3 Zodiac,” merujuk pada boneka plushie seharga sekitar $20. “Itu penipuan. Tolong kembalikan uang saya.” Pengguna lain menulis, “Kenapa saya harus membayar $55 untuk charger sialan?” dan “Saya akan menghubungi bank saya sekarang.”
Permintaan refund menjadi pemandangan umum di kolom komentar berbagai sesi lelang tersebut. Banyak penawar baru menyadari bahwa mereka tidak membeli produk yang ditampilkan, melainkan membeli kesempatan untuk memenangkan sesuatu yang belum diketahui nilainya.
Mekanisme Surprise Set yang Kontroversial
Fitur “Surprise Set” ditambahkan TikTok pada akhir tahun lalu dan masih bersifat undangan (invitation-only) bagi para seller. Dalam praktiknya, host menumpuk produk-produk mahal di depan kamera untuk menarik perhatian, sementara beberapa ratus penonton live streaming didorong untuk terus menaikkan tawaran. Jika pengguna menekan tombol kecil di sudut kiri bawah layar, mereka bisa melihat probabilitas kemenangan setiap item beserta daftar lengkap barang yang masih tersedia.
Popularitas “Surprise Set” menjadi bukti bagaimana interaksi mirip perjudian kini mendominasi pengalaman online, di mana pasar prediksi dan taruhan olahraga juga merajalela. Bahkan pengguna bisa bertaruh pada hasil acara reality TV. Fenomena ini semakin relevan dengan tren interaksi digital yang berkembang, termasuk TikTok Pro Events yang dirancang untuk penggemar acara tertentu.
Baca Juga:
Respons TikTok dan Perubahan Kebijakan
WIRED menghubungi TikTok pada Rabu pekan lalu untuk menanyakan keluhan para pengguna yang merasa ditipu. Sehari kemudian pada Kamis, TikTok merilis perubahan kebijakan livestream yang secara spesifik mengatur “Surprise Set.” Menurut TikTok, pembaruan ini sebenarnya sudah dalam proses sebelum laporan tersebut dimuat.
Aturan baru melarang host menyertakan iPhone, iPad, televisi, berlian, kartu hadiah, dan logam mulia sebagai bagian dari hadiah yang bisa dimenangkan dalam lelang kejutan. Setelah perubahan ini, WIRED melaporkan bahwa host tampaknya mematuhi panduan baru dan tidak ada lagi iPhone yang muncul dalam sesi “Surprise Set” yang mereka pantau.
“TikTok Shop mewajibkan semua seller, termasuk yang menjalankan Surprise Set, untuk menyajikan penawaran secara akurat. Kami akan mengambil tindakan penegakan atas pelanggaran kebijakan, termasuk menghapus produk dan menangguhkan akun,” kata juru bicara TikTok Ben Rathe dalam pernyataan resmi. Pembeli yang merasa dirugikan bisa menghubungi dukungan pelanggan TikTok untuk meninjau pembelian mereka.
Ancaman Judi Terselubung
Menariknya, aturan TikTok secara eksplisit melarang segala bentuk perjudian di platform: “Perjudian dan permainan untung-untungan dilarang di TikTok Shop, termasuk undian, putaran, sweepstakes, dan konten apa pun di mana pengguna membayar untuk mendapatkan kesempatan menang.” Namun, TikTok tidak menganggap “Surprise Set” sebagai bentuk perjudian. Platform ini juga hanya mengizinkan pengguna di atas 18 tahun berpartisipasi, dan pengguna di bawah 25 tahun dibatasi maksimal delapan pembelian per hari. Selain itu, ada periode cooldown 15 menit setelah setiap kemenangan ke-20.
Para ahli perjudian justru khawatir. Michelle Malkin, direktur Gambling Research & Policy Initiative di East Carolina University, mengatakan, “Kemenangan besar di awal bisa menjadi jalur menuju kecanduan judi. Otak mendapatkan lonjakan dopamin setiap kali.” Ia menambahkan bahwa orang di bawah 25 tahun, yang otaknya masih berkembang, berisiko lebih tinggi mengalami masalah perjudian.
Shane Kraus, pakar bahaya perjudian dan direktur Behavioral Addictions Lab di University of Nevada, Las Vegas, menarik paralel antara lelang produk kejutan ini dengan aplikasi taruhan olahraga. “Ini tidak sama, tapi prinsipnya serupa: batas waktu singkat dan eskalasi. Membuatnya terlihat seru, ‘Oh, kalau kamu tidak dapat, orang lain akan dapat,'” jelasnya. Malkin menekankan bahwa interaksi instan sangat menggoda bagi pengguna muda: “Semakin sedikit waktu berpikir, semakin besar lonjakan dopamin yang didapat.”
Meskipun TikTok telah memperluas daftar barang terlarang untuk “Surprise Set,” aroma budaya perjudian masih terasa kuat. Para ahli memperingatkan bahwa mekanisme seperti ini bisa membentuk kebiasaan berbahaya, terutama bagi generasi muda yang akrab dengan TikTok Go dan fitur-fitur interaktif lainnya.
Implikasinya jelas: meskipun TikTok telah mengambil langkah korektif, praktik lelang dengan mekanisme “kejutan” masih menyisakan celah eksploitasi psikologis yang perlu diwaspadai oleh regulator dan pengguna.





Komentar
Belum ada komentar.