📑 Daftar Isi

Ilustrasi penyelidikan FBI terhadap kematian misterius ilmuwan nuklir AS yang memiliki akses ke rahasia teknologi roket

FBI Selidiki Kematian Misterius Ilmuwan Nuklir AS

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat kini menyelidiki sedikitnya sepuluh ilmuwan dan insinyur yang memiliki kaitan dengan pemerintah dan meninggal atau hilang dalam empat tahun terakhir. Investigasi ini dipicu oleh laporan yang mengungkap adanya pola mencurigakan di antara para ilmuwan yang memiliki akses ke rahasia nuklir atau teknologi roket AS.

Komite Pengawas DPR AS dalam siaran pers pada Senin lalu mengumumkan pihaknya tengah mencari informasi dari Departemen Energi, Departemen Perang, FBI, dan NASA terkait para ilmuwan tersebut. Komite tersebut mengutip laporan yang menyebutkan bahwa “setidaknya sepuluh individu yang ‘memiliki koneksi dengan rahasia nuklir atau teknologi roket AS’ telah ‘meninggal atau hilang secara misterius dalam beberapa tahun terakhir’.”

Para anggota parlemen menduga adanya “kemungkinan hubungan jahat antara serangkaian kematian dan penghilangan misterius” yang bisa “menjadi ancaman serius bagi keamanan nasional AS dan personel AS yang memiliki akses ke rahasia ilmiah.” FBI dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi pihaknya “memimpin upaya untuk mencari hubungan antara para ilmuwan yang hilang dan meninggal.”

Kronologi Hilangnya Jenderal AU yang Terkait UFO

Kisah ini bermula pada 27 Februari lalu, ketika pensiunan komandan Laboratorium Riset Angkatan Udara, William Neil McCasland, dilaporkan hilang secara misterius setelah meninggalkan rumahnya di Albuquerque, New Mexico. McCasland sebelumnya bertugas di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson di Ohio, sebuah pangkalan yang lekat dengan legenda UFO.

Pada Maret lalu, FBI bergabung dalam pencarian jenderal tersebut, memicu spekulasi di kalangan teori konspirasi yang menganggap keterlibatan FBI sebagai “bukti adanya permainan curang.” Kini, kasus McCasland menjadi semakin aneh karena terkait dengan rangkaian kasus ilmuwan lain yang juga menjadi perhatian FBI.

Istri McCasland, Susan McCasland Wilkerson, melalui Facebook menulis pernyataan yang menimbulkan tanda tanya. “Memang benar bahwa Neil memiliki hubungan singkat dengan komunitas UFO,” tulisnya. “Hubungan ini bukan alasan bagi seseorang untuk menculik Neil.” Ia juga menambahkan, “Neil tidak memiliki pengetahuan khusus tentang tubuh ET dan puing-puing dari kecelakaan Roswell yang disimpan di Wright-Patterson,” merujuk pada insiden Roswell tahun 1947 di New Mexico yang menjadi dasar berbagai teori konspirasi UFO.

Ilmuwan NASA dan JPL Jadi Korban

Di antara ilmuwan yang menjadi sorotan adalah ilmuwan NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL), Michael David Hicks, yang meninggal pada Juli 2023 karena penyebab yang masih belum diketahui. Hicks mempelajari komet dan asteroid. Putrinya, Julia Hicks, mengaku tidak mengerti hubungan antara kematian ayahnya dengan ilmuwan lain yang hilang.

“Saya tidak bisa menahan tawa tentang hal ini, tetapi di saat yang sama, ini mulai serius,” ujar Julia Hicks kepada CNN.

Spesialis penelitian antariksa lain yang juga terafiliasi dengan JPL, Frank Maiwald, meninggal pada tahun 2024. Sementara itu, seorang insinyur aerospace, Monica Reza, dilaporkan hilang saat mendaki di Los Angeles pada tahun 2025. Maiwald diketahui telah menulis makalah tentang spektrometri massa dan instrumen penginderaan jarak jauh, sementara Reza adalah ahli metalurgi dan insinyur material di JPL.

Pada Desember tahun lalu, fisikawan teoretis terkemuka sekaligus direktur MIT Plasma Science and Fusion Center, Nuno Loureiro, ditemukan tewas dibunuh di rumahnya di Brookline, Massachusetts. Kemudian pada Februari, astronom terkenal dari Caltech yang mempelajari eksoplanet jauh, Carl Grillmair, ditembak dan tewas di luar rumahnya di dekat Los Angeles.

Kemungkinan Laporan Sensasional atau Ancaman Nyata?

Meskipun pola ini terlihat mencolok, tidak menutup kemungkinan bahwa penyidik dan anggota parlemen terjebak dalam laporan tabloid yang sensasional. Presiden Amerika Serikat sendiri sering kali menyebarkan teori konspirasi yang tidak berdasar. Namun, pola kejadian yang berulang tetap menarik perhatian.

Sementara itu, para kerabat ilmuwan yang masih hidup terus bingung dengan semua perhatian dan liputan pers yang meluas. Teori konspirasi pun semakin berkembang. Baru-baru ini, tabloid Inggris Daily Mail mengklaim telah mengidentifikasi kematian ilmuwan “kesebelas” yang terkait UFO. Tabloid tersebut mengklaim bahwa Amy Eskridge, 34 tahun, yang meninggal karena luka tembak yang dilakukan sendiri pada tahun 2022, sedang menyelidiki “teknologi anti-gravitasi.”

Para teori konspirasi berjanji akan “terus menggali” lebih dalam kasus ini. FBI sendiri terus memimpin penyelidikan untuk mencari kemungkinan hubungan di antara para ilmuwan yang menjadi korban.

The FBI announced it's 'spearheading the effort to look for connections' among at least ten scientists who died or disappeared.