Duqu Trojan Mulai Serang Google Wallet

Jakarta – Serangan malware Duqu Trojan pada Google sepertinya masih belum usai. Setelah sebelumnya dibuat geger dengan laporan yang dirilis Kaspersky pada Februari lalu tentang Google Analytic yang terinfeksi malware, kini Google Wallet disebutkan menjadi sasaran berikutnya.

Saat itu dalam laporannya, Kaspersky mendeteksi terdapat infeksi yang melibatkan pengembangan dini kode berbahaya yang disamarkan sebagai kode Google Analytics. Mereka yang mengunjungi situs yang diretas akan dibawa ke beberapa tautan sebelum akhirnya masuk ke server hosting BlackHole Exploit Kit.

Alhasil, jika exploit diluncurkan dengan sukses, komputer akan terinfeksi malware. Dan saat ini yang terbaru, Kaspersky juga mendeteksi adanya malware di layanan Google lainnya yakni Google Wallet.

Google Wallet sendiri adalah sistem e-payment yang memungkinkan pengguna membayar barang dan jasa menggunakan ponsel berteknologi Near Field Communication (NFC). Namun hingga laporan ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Google.

Selain itu, Kaspersky juga mendeteksi adanya ancaman Mobile Botnet RootSmart dari China. Ancaman ini juga bisa merugikan para pengguna ponsel karena dapat menguras uang lewat akun Google Wallet. Kaspersky menduga telah ada 10 ribu sampai 30 ribu perangkat aktif yang terinfeksi.

Peretas yang mengontrol botnet RootSmart dapat mengatur frekuensi pengiriman sms berbiaya tinggi dan kapan sms itu akan dikirimkan, juga nomor pendek yang akan dikirimi pesan, terang Denis Maslennikov, Senior Malware Analyst Kaspersky Lab dalam keterangan resminya, Jakarta, Rabu (4/4).

Tidak seperti SMS Trojan, pendekatan ini memungkinkan penjahat cyber aliran uang yang stabil dan besar dalam jangka waktu yang panjang, tambahnya.

Sebelumnya, yang berkaitan dengan keamanan situs yan bergerak dalam bisnis keuangan juga kena hack. Serangan DdoS, malware lainnya mampu menyerang website NASDAQ, BATS, the Chicago Board Options Exchange (CBOE), dan the Miami Stock Exchange. Alhasil, website tersebut mati beberapa jam.[tsn/hbs]

 

Previous articleKaspersky Temukan Bahasa Program Tak Dikenal di Duqu Trojan
Next articleGoogle Art Project Tampilkan 100 Koleksi Karya Seni Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here