Donald Trump Mau Embargo Perusahaan China yang Suka Jiplak

Perusahaan China

Telset.id, Jakarta – Perlu diakui, perusahaan China kerap menghasilkan produk dan teknologi unik nan inovatif. Tapi, banyak pihak menuding, kalau produk China merupakan hasil menjiplak dari perusahaan lainnya.

Melihat hal tersebut, perusahaan teknologi yang karyanya ditiru oleh produsen China memilih berdiam diri. Tapi, tidak demikian dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang mencoba menerapkan aturan.

Menurut laporan Washington Post, dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Selasa (29/10/2019), pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mencari kemungkinan memasukkan perusahaan lain ke daftar hitam.

{Baca juga: Amerika Serikat Tuding TikTok Ancam Keamanan Nasional}

Anak buah Trump akan secara rutin memantau perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang melanggar hak kekayaan intelektual perusahaan AS. Kalau ada produk China yang ketahuan menjiplak, yang bersangkutan masuk daftar embargo.

Perusahaan asal Negeri Tirai Bambu yang kadung masuk daftar embargo, akan mendapat hukuman larangan berbisnis dengan dengan perusahaan AS. Hal serupa sudah menimpa Huawei meski ada keringanan sanksi hingga November 2019.

{Baca juga: Tim Cook Jadi Dewan Penasihat “Universitas Harvard” China}

Apa yang akan diterapkan oleh pemerintah AS dinilai mengandung potensi penyalahgunaan. Larangan itu bisa digunakan sebagai senjata politik untuk menekan perusahaan-perusahaan asal China dalam perang dagang.

Perusahaan yang masuk daftar hitam mungkin hanya bisa menjual produk di tempat lain. Penasihat Gedung Putih, Peter Navarro, pun mencoba mengklarifikasi bahwa kabar soal kebijakan baru tersebut merupakan hoaks. (SN/FHP)

Sumber: Ubergizmo

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here