Dituding Monopoli Pasar, Bisnis Google Digugat

Kantor Google
Kantor Google

Jakarta – Google dituding telah melakukan praktek monopoli dan mengontrol data konsumen dalam menjalankan bisnis mesin pencari di internet dan smartphone.

Terkait tudingan tersebut, Google harus menerima tuntutan dari sejumlah perusahaan raksasa teknologi, seperti Microsoft, Oracle, dan Nokia. yang meminta kepada pihak Uni Eropa untuk memberikan sanksi tegas kepada Google karena dianggap berlaku tidak adil (antitrust).

Seperti dilansir Reuters, Rabu (10/4), awalnya proses penyelidikan dugaan perlakuan bisnis tak adil ini fokus pada mesin pencari Google versi PC. Namun kemudian Komisaris Persaingan Dagang Uni Eropa Joaquin Almunia, juga menerima keluhan lain tentang sistem operasi mobile Android.

Google dituduh telah menggunakan Android untuk mengalihkan lalu lintas mesin pencari. Pengaduan diajukan oleh FairSearch, organisasi yang beranggotakan 17 perusahaan teknologi yang tidak puas dengan sikap Google dalam berbisnis.

Beberapa perusahaan yang tergabung dalam FairSearch antara lain, Microsoft, Nokia, Oracle, situs wisata online Expedia, Tripadvisor, dan juga situs perbandingan harga Twenga (Perancis) dan Foundem (Inggris).

“Google menggunakan sistem operasi Android sebagai “Trojan Horse” untuk memonopoli pasar ponsel, dan mengontrol data konsumen,” kata kuasa hukum FairSearch Thomas Vinje.

Melihat tren teknologi yang bergeser ke arah mobile, dan semakin naiknya pamor sistem operasi Android yang kini menguasai pasar smartphone global, membuat FairSearch khawatir Google akan kembali mengulangi praktek antitrust dengan memanfaatkan Android.

Pihak Uni Eropa sendiri menjanjikan akan segera menyelesaikan pengaduan ini pada semester kedua tahun 2013. Namun, pihak FairSearch mendesak agar masalah ini bisa lebih cepat diselesaikan Uni Eropa.

Google sendiri terancam terkena denda oleh regulator Uni Eropa sebesar 10 persen dari pendapatan Google tahun 2012 atau bisa mencapai USD5 miliar jika terbukti melakukan persaingan bisnis yang tidak adil.

Tuntutan seperti ini bukanlah yang pertama bagi Google. Sebelumnya, perusahaan asal Amerika Serikat itu juga pernah terlibat masalah serupa. Tapi saat itu Google berhasil menang, dan Komisi Perdagangan Federal AS akhirnya menghentikan penyidikan pada Januari 2013.[HBS]

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

RELATED ARTICLES

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0