telset

Ditanya Kasus Pencurian Pulsa, Ini Jawaban Operator

Jakarta – Hari ini Kementerian Kominfo telah menggelar pertemuan dengan para operator telekomunikasi di Indonesia untuk membahas masalah kasus pencurian pulsa lewat SMS. Dalam pertemuan itu, para operator telah menjelaskan sikapnya soal kasus ini.

Dari hasil diskusi tersebut, 10 operator telekomunikasi menyampaikan tidak pernah ada kesengajaan untuk bekerjasama dengan CP nakal melakukan pencurian pulsa registrasi terselubung pada pelanggan.

Perwakilan dari Indosat menyatakan pihaknya dapat dengan mudah menindak tegas CP nakal jika memang terbukti melakukakan pelanggaran seperti yang dilaporkan masyarakat.

“Kami memiliki perjanjian kerja sama dengan 87 CP, dan jika memang Indosat menemukan bukti CP yang melakukan pelanggaran, maka kami akan langsung memutuskan hubungan kerja dengan mereka, terang Division Head Public Relation Indosat, Djarot Handoko dalam pertemuan di Gedung Sapta Pesona, kantor Kominfo, Jakarta, Rabu (5/10).

Menurutnya, Indosat tidak akan ragu memutuskan kerjasama dengan pihak CP nakal, karena bagi Indosat keuntungan yang didapat dari CP tidaklah terlalu besar. Pemutusan kerjasama dengan CP tidak berdampak besar bagi pemasukan operator,” ujarnya.

Sementara itu pihak XL mengungkapkan, untuk melindungi pelanggannya, XL telah menerapkan teknologi SMS Gateway. Dengan system ini, selama pengguna tidak mendaftar layanan konten, maka mereka tidak akan dikirimi SMS oleh XL. Dengan sistem SMS Gateway, kemungkinan untuk di fraud atau hack sangat kecil.

“Teknologi ini dapat mencegah CP mengirimkan SMS ke pengguna tanpa sepengetahuan XL. Jadi hampir tidak mungkin sistem ini terkena hack,” jelas Febriati Nadira, Head of Corporate Communication XL.

Ia pun menyebutkan, XL sudah coba berusaha melindungi pelanggan dari kasus penipuan lewat SMS ini. Misalnya kami selalu memberitahukan cara unreg ke pelanggan saat mendaftar suatu layanan konten,” katanya.

Namun Ira mengakui dan tak menutup mata kalau sampai saat ini masih ada kasus penipuan yang dialami pelanggan. “Kami sangat berharap pelanggan bisa ikut berperan aktif  dengan melaporkan kasus-kasus kepada pihaknya, agar kami bisa menindaklanjuti kasusnya,” tukas Ira.

Masih dalam kesempatan yang sama, pihak Telkomsel juga menambahkan, CP merupakan industri kreatif yang masih baru berkembang. Oleh sebab itu, biasanya sebagian besar operator hanya membuat perjanjian kerjasama dengan batasan yang sifatnya umum, seperti tidak boleh melanggar SARA, bersifat politis dan mengganggu kepentingan umum.

Telkomsel juga menyoroti tentang proses registrasi dan unreg dari layanan CP agar kedepannya lebih transparan dan harus jelas sehingga memudahkan pelanggan. Karena yang terjadi selama ini, masyarakat mengeluhkan sulitnya melakukan unreg pada saat sudah terlanjur teregistrasi pada satu konten yang ditawarkan CP.

Sementara operator Axis yang selama ini gencar menawarkan SMS gratis menyebutkan, akan menghentikan promo 10 ribu SMS kepada pelanggannya jika nomor tersebut digunakan untuk melakukan kegiatan yang merugikan masyarakat atau penipuan.

Dan tak mau kalah dengan para operator lainnya, Tri juga menyatakan sudah melakukan filterisasi dengan melihat keyword yang diduga mengandung pesan yang dapat merugikan masyarakat. [hbs]{jcomments on}

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0