Dilema Playbook di Pasar Tablet

Jakarta –  Research In Motion (RIM) akhirnya siap melepas bebas tablet pc pertamanya di pasaran. Tablet pc dengan ukuran 7 inch tersebut telah disiarkan sejak lebih 6 bulan lalu akan meramaikan pasar tablet pc. Setelah beberapa lama tak kunjung muncul belum lama ini RIM menjanjikan PlayBook akan hadir di tengah publik pada tanggal 19 April yang akan datang.

Banderol yang ditetapkan RIM untuk PlayBook diumumkan tak berbeda jauh dengan banderol untuk iPad 2. Namun, beberapa kalangan menilai kehadiran PlayBook tetap akan sulit menembus pasar. Publik telah lebih mengenal beberapa produk tablet pc keluaran vendor lainnya yang lebih dulu hadir dibanding PlayBook.

Salah seorang analis dari lembaga riset Ovum, Steven Hartley  mengungkapkan pasar tablet PC saat ini sudah cukup sesak diisi oleh berbagai produk. Pasar tablet pc yang kian sesak dengan hadirnya berbagai model dan bentuk yang terus menerus diproduksi oleh berbagai vendor untuk memenuhi keinginan pasar. Varian harga pun sangat bersaing dari tiap varian dan merk tablet pc yang kini berada di pasaran. Hanya saja, dominasi pasar cuma berporos pada beberapa brand.

Diantara beberapa produk tablet pc yang telah beredar di pasar tahun lalu ada GalaxyTab keluaran Samsung, dan tentu saja iPad yang berhasil menguasai 90% pasar pengguna tablet pc. iPad yang telah menelurkan generasi keduanya seakan menjadi musuh bersama™ bagi produsen tablet pc. Produk tablet pc besutan Apple Inc tersebut memang sukses membangkitkan pasar tablet. Kini, Apple mampu berlari selangkah lebih maju dibandingkan produsen tablet lainnya.

Keberhasilannya di tahun lalu membuat iPad tak ingin kehilangan pamor. Apple pun langsung menghadirkan iPad generasi terbaru dengan penambahan beberapa fitur dan tentunya membuat para penggilanya penasaran. Hal tersebut yang membuat para pemain baru di industri tablet akan sedikit lebih sulit untuk menembus kekuasaan brand besar tersebut. Termasuk bagi PlayBook sekalipun yang sudah tertinggal jauh dari sisi momentum pasar.

“RIM sepertinya akan mendapat masalah ketika menjajakan produk ini (PlayBook-red.) ke konsumer, terutama mengingat serangan konten dan aplikasi dari Apple dan Google,” ungkap Hartley.

Walaupun begitu, bukan berarti PlayBook tidak punya kesempatan. Hartley pun mengungkapkan RIM bisa saja memanfaatkan pamor smartphone BlackBerry ketika menjajakan PlayBook. Selain itu, kekuatan PlayBook adalah dari kemampuannya yang dapat terintegerasi ke sistem bisnis. Kita lihat saja nanti. (DNY/HZ)

Previous articlePengiriman Smartphone 2010 Tembus 300 Juta
Next articleLG Rilis Charger Tanpa Kabel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here