Dihantam Embargo AS, Huawei Pangkas Target Pendapatan

Google Play Store

Telset.id, Jakarta Huawei tak berharap banyak pasca diberlakukannya embargo oleh pemerintah Amerika Serikat (AS), terkait penjualan perangkat mereka. Perusahaan asal China ini bahkan memangkas target pendapatan sebesar USD$ 30 Miliar atau Rp 430 triliun di tahun ini setelah terkena embargo AS.

Dilansir Telset.id dari Ubergizmo pada Selasa (18/06/2019), Huawei juga berencana untuk memotong jumlah pengiriman hingga 60 juta unit smartphone agar tetap bisa bertahan menghadapi situasi krisis seperti saat ini.

Pemotongan target tersebut diutarakan langsung oleh pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei. Dirinya memangkas ekspektasi terkait pendapatan sebesar USD$ 30 miliar atau Rp 430 triliun untuk menyikapi dampak embargo AS terhadap perusahaan yang dipimpinnya.

{Baca juga: Konsumen Takut Beli Ponsel Huawei, Penjualan Turun 40%}

“Kami tidak menyangka mereka akan menyerang kami dalam begitu banyak aspek. Diperkirakan bahwa Huawei dapat melihat kebangkitan bisnis pada tahun 2021,” kata Ren.

Ini adalah pertama kalinya Huawei memberikan gambaran yang kuat tentang dampak larangan AS. Larangan itu mencegah pemasok di Amerika Serikat melakukan bisnis dengan Huawei kecuali mereka telah diberi persetujuan khusus oleh pemerintah.

Ini telah mengakibatkan akses Huawei ke Android menjadi terbatas dan bahkan Facebook tidak lagi memungkinkan perusahaan untuk menginstal aplikasi pada perangkatnya, di antara komplikasi bisnis lainnya. Smartphone Huawei tidak pernah benar-benar tersedia di pasar AS.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menandatangani perintah larangan bagi perusahaan-perusahaan AS untuk menggunakan peralatan telekomunikasi buatan perusahaan-perusahaan yang menimbulkan risiko keamanan nasional.

{Baca juga: Dampak Embargo AS, Pengiriman Smartphone Huawei Turun 60%}

Trump sangat antipati untuk membuka jalan terkait larangan melakukan bisnis dengan perusahaan asal China, khususnya Huawei. Tidak hanya itu,  AS dilaporkan mendorong Korea Selatan untuk segera embargo Huawei.  Embargo AS juga berdampak pada penjualan ponsel Huawei di Indonesia.

Diperkirakan penjualan smartphone Huawei mengalami penurunan hingga 40% dibanding sebelum kebijakan soal larangan Huawei dikeluarkan pemerintah AS. [NM/HBS]

Sumber: Ubergizmo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here