Detak Jantung Manusia untuk Mengisi Baterai Gadget

Jakarta – Rasanya seperti membaca novel sains fiksi bila kita tahu penelitan yang sedang dikembangkan oleh beberapa ilmuwan dari Georgia Institute of Technology. Pasalnya, para ilmuwan tersebut sedang mengembangkan sumber daya yang berasal dari gerak tubuh kita untuk mengisi baterai gadget.

Seperti dilansir Daily Mail, dan dikutip Telsetews, Rabu (30/3), pada penelitian itu, tim ilmuwan berhasil menemukan satu terobosan teknologi berupa chip yang dapat menghasilkan tenaga dari gerakan tubuh mikroskopis seperti detak jantung manusia atau gerakan jari. Chip baru ini ribuan kali lebih kuat daripada prototipe sebelumnya dan ini didasarkan pada nanogenerators.

Para ilmuwan mengatakan, bahwa kemungkinan besar ini akan menjadi nyata dengan cara menempelkan beberapa sensor di beberapa titik untuk mengaktifkan gadget. Karena masa depan gadget nantinya tidak akan membutuhkan baterai karena sumber dayanya disuplai dari gerakan tubuh kita.

Penemuan ini sudah diperkenalkan di National Meeting dan pameran di American Chemical Society. Kedepannya, melalui penemuan ini para ilmuwan berharap suatu hari nanti jantung manusia bisa dimanfaatkan untuk mengisi baterai berbagai perangkat pintar, termasuk iPod dan ponsel.

Hasil penelitian ini akan menjadi tonggak sejarah dalam produksi perangkat elektronik portabel yang bisa dinyalakan dengan gerakan tubuh tanpa harus menggunakan baterai atau outlet listrik, ujar ketua peneliti Dr Zhong Lin Wang.

Dijelaskannya, generator nano yang mereka temukan bisa mengubah kehidupan di masa depan. Potensi mereka hanya dibatasi oleh imajinasi seseorang. Jika kami bisa mendukung kemajuannya, generator nano ini bisa diaplikasikan ke lebih banyak perangkat yang membutuhkan daya lebih besar,” jelas dia.

Teknologi yang dikembangkan para ilmuwan ini menggunakan jutaan kawat nano, yang 500 kali lebih tipis dari lembaran rambut manusia. Berdasarkan hasil uji coba, lima generator nano mampu menghasilkan daya sama seperti dua baterai AA (3 volt atau 1 mikro ampere).

“Generator nano ini sudah mengalami perkembangan dari versi-versi sebelumnya. Tambahan kawat nano dan nano generator, dapat disatukan untuk bisa memproduksi daya yang cukup mendukung perangkat elektronik lebih besar seperti iPod atau mengisi baterai ponsel,” papar Dr Wang.

Akhirnya, gadget tanpa baterai yang ada pun bisa tampak lebih ramping dari gadget saat ini. Kapan akan diluncurkan? Kita tunggu saja kabar baik ini akan terealisasinya. [tsn/hbs]

 

Previous articleClouds Artificial untuk PialaDunia 2022
Next articleLG Siap Luncurkan ’‘Optimus Big’™ ke Pasaran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here