telset

Data Center Indonesia Masih Terbelakang

Jakarta – Data Center merupakan kunci dari infrastruktur tumbuhnya suatu bisnis. Namun sayangnya, pertumbuhan data center di Indonesia saat ini masih tertinggal dari negara berkembang lainnya.

“Indonesia bisa dibilang tertinggal untuk pertumbuhan data center itu sendiri, ini bisa dilihat dari luas cakupan area data center yang digunakannya masih kecil dibanding negara berkembang lainnya,” ujar Ismail Awab, Chief Excutive Officer Graha Citra Data kepada telsetNews, di Jakarta, Rabu (07/11).

Diungkapkannya, saat ini Indonesia hanya memiliki luas cakupan data center kurang dari 50.000 m². “Sedangkan Singapura sekarang sudah memiliki cakupan hingga 800.000 m²,” jelasnya.

Kendala kemajuan data center di Indonesia adalah soal masalah tempat. Masih banyak ditemui kantor yang dijadikan sebagai data center. Sebenarnya konvergensi ini adalah salah, dikarenakan kekuatan gedung untuk kantor dan data center berbeda. Dimana kekuatan gedung untuk data center harus dua kali lebih kuat dari gedung untuk kantor.

Faktor keterlambatan lainnya adalah konsolidasi pemerintah, peraturan perundangan untuk data center ini belum benar-benar bisa dijalankan dengan baik.

“Sebenarnya pemerintah sudah bagus dalam mengatur data center di Indonesia, dengan adanya keputusan menteri dan undang-undang tahun 2009 mengenai data center yang wajib harus ada di Indonesia. Tetapi semua itu hanya jadi kebijakan label saja, tanpa ada implementasi,” ketusnya.

Namun ia optimis jika semua masalah bisa teratasi maka perkembangan data center di Indonesia akan bisa seperti beberapa negara berkembang lainnya. Dan jika kualitas data center di Indonesia semakin bagus, maka akan lebih bisa memancing investor mengembangkan usahanya di sini.

Ia menyebutkan, Asia Tenggara merupakan wilayah potensial untuk para investor, dan kelancaran itu didukung dengan lancarnya sistem berbisnis mereka yang banyak mengandalkan data center.

“Kami percaya bahwa kemajuannya bisa tumbuh hingga 100 persen, dengan kebutuhan data center yang bisa mencapai 100 ribu m²,” pungkasnya.[wnh/hbs]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0