Telset.id – Menteri Energi AS Chris Wright memerintahkan data center besar untuk beralih dari listrik jaringan ke generator cadangan di lokasi selama gelombang panas di East Coast. Langkah ini bertujuan mengurangi tekanan pada jaringan listrik dan mengalokasikan pasokan untuk pendingin udara rumah tangga.
Direktif ini terutama berlaku untuk data center dan konsumen listrik besar lainnya yang terhubung ke jaringan PJM Interconnection, operator utama di kawasan tersebut. Konsumen besar seperti data center telah mendapat izin untuk memutuskan sambungan dari jaringan dan kembali menggunakan generator berbahan bakar diesel atau gas alam.
Langkah ini menimbulkan kekhawatiran keberlanjutan karena generator berbahan bakar fosil berpotensi menghasilkan emisi lebih tinggi di tengah gelombang panas dan peningkatan permintaan AC. PJM Interconnection mengeluarkan pemberitahuan ini sebagai salah satu dari dua tindakan terkait gelombang panas – Departemen Energi AS juga mengumumkan langkah serupa untuk Duke Energy di Carolina.

“Perintah ini mengizinkan Duke Energy mengoperasikan unit tertentu hingga tingkat output pembangkitan maksimumnya, terlepas dari batasan kualitas udara atau izin lain yang timbul berdasarkan hukum federal, negara bagian, atau lokal,” bunyi direktif tersebut. “Menjaga pasokan listrik yang terjangkau, andal, dan aman di wilayah layanan Duke Energy adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar,” tambah Wright, menyiratkan bahwa warga tidak boleh menderita akibat konsentrasi data center di wilayah tersebut.
Dampak pada Jaringan Listrik dan Warga
Diperkirakan 35 GW kapasitas pembangkit cadangan tersedia secara nasional, meskipun belum jelas berapa kapasitas jaringan East Coast yang akan dibebaskan oleh langkah-langkah ini. Namun, yang dibuktikan oleh tindakan sementara ini adalah bahwa permintaan warga dan komersial terlalu dekat dengan output yang dihasilkan, dan tidak ada cukup buffer untuk memungkinkan lonjakan permintaan.
Data center jelas memberikan tekanan besar pada jaringan lokal yang berjuang untuk mengimbangi. Tanpa investasi pada listrik berkelanjutan, proyek data center yang berkelanjutan berisiko menghasilkan lebih banyak skenario seperti ini, di mana bahan bakar yang tidak berkelanjutan dibakar untuk menciptakan listrik.
Langkah ini menyoroti ketegangan antara pertumbuhan infrastruktur digital dan kebutuhan energi masyarakat. Moment Energy, misalnya, baru saja meresmikan pabrik baterai EV terbesar dunia sebagai bagian dari solusi penyimpanan energi.
Sementara itu, Octopus Energy meluncurkan baterai rumah Nook untuk pasar Eropa, menunjukkan tren solusi energi alternatif yang semakin diminati. Di sisi lain, Octopus Energy dan CATL meluncurkan Swaptopus untuk truk listrik Eropa, memperkuat ekosistem energi terbarukan.

Di Indonesia, MODENA Energy meresmikan solar panel di Gresik yang berpotensi memotong emisi 2.500 ton CO2, menunjukkan bahwa solusi energi bersih mulai diadopsi di berbagai sektor. Sementara itu, Eve Energy memproduksi massal baterai solid-state untuk drone dan robot, menandai kemajuan teknologi penyimpanan energi.
Gelombang panas yang melanda East Coast AS telah memaksa regulator energi untuk mengambil langkah drastis. Keputusan untuk mengizinkan data center menggunakan generator cadangan menunjukkan betapa rentannya infrastruktur listrik terhadap lonjakan permintaan yang ekstrem.
Baca Juga:
Langkah ini juga menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan jangka panjang dari model operasi data center saat ini. Dengan meningkatnya frekuensi gelombang panas akibat perubahan iklim, skenario seperti ini mungkin akan semakin sering terjadi di masa depan.
Data center telah menjadi tulang punggung ekonomi digital modern, tetapi kebutuhan energinya yang besar menimbulkan tantangan serius bagi jaringan listrik. Keputusan untuk menggunakan generator cadangan, meskipun solusi jangka pendek, menyoroti perlunya investasi dalam infrastruktur energi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Para ahli memperingatkan bahwa tanpa perubahan signifikan dalam cara data center mendapatkan dan menggunakan energi, konflik antara kebutuhan digital dan kebutuhan dasar masyarakat akan semakin intensif. Langkah-langkah sementara seperti ini mungkin menjadi semakin umum jika tidak ada solusi struktural yang diterapkan.
Keputusan Menteri Energi AS ini juga mencerminkan prioritas pemerintah untuk melindungi warga dari dampak terburuk gelombang panas, bahkan jika itu berarti mengorbankan efisiensi operasional data center. Ini adalah pengingat bahwa infrastruktur digital, meskipun penting, tidak boleh mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan kapasitas pembangkit cadangan nasional mencapai 35 GW, masih ada ruang untuk manuver, tetapi ketergantungan pada generator berbahan bakar fosil menimbulkan kekhawatiran lingkungan yang serius. Tanpa transisi ke sumber energi yang lebih bersih, solusi jangka pendek ini mungkin hanya menunda masalah yang lebih besar.





Komentar
Belum ada komentar.