Telset.id – Paramount Global memperoleh komitmen pendanaan ekuitas besar-besaran senilai hampir 240 miliar dolar AS (sekitar Rp 3.950 triliun) dari tiga dana kekayaan negara Timur Tengah untuk mendukung rencananya mengakuisisi Warner Bros. Discovery. Komitmen terbesar, sekitar 100 miliar dolar AS, berasal dari Saudi Public Investment Fund (PIF).
Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip pada 6 April 2026, perjanjian investasi ini diharapkan ditandatangani paling cepat pada hari yang sama. Selain PIF, dua investor lain yang terlibat adalah Qatar Investment Authority dan L’imad Holding dari Abu Dhabi. Infus modal segar ini akan meringankan beban pendanaan dari keluarga Ellison dan RedBird Capital, yang sebelumnya siap menanggung seluruh biaya akuisisi jika perlu.
Paramount pertama kali mengumumkan niatnya untuk membeli Warner Bros. Discovery dengan nilai 810 miliar dolar AS pada Februari lalu. Perusahaan yang menjadi target akuisisi ini menguasai aset-aset ikonik seperti jaringan HBO, CNN, serta waralaba film besar seperti Harry Potter. Transaksi masih menunggu persetujuan regulator di Eropa, namun manajemen Paramount telah mempersiapkan penyelesaian transaksi paling cepat akhir Juli 2026.
Strategi Pendanaan dan Manuver Pasar
Komitmen dana dari kawasan Teluk ini merupakan bagian krusial dari strategi pendanaan Paramount. Sebelumnya, Paramount telah mengamankan pinjaman utang senilai 540 miliar dolar AS dari konsorsium yang melibatkan Bank of America, Citigroup, dan Apollo Global Management. Pinjaman tersebut kini sedang dialokasikan ulang ke bank dan lembaga investasi lainnya.
Menariknya, para investor dari Timur Tengah ini dilaporkan tidak akan mendapatkan hak suara dalam perusahaan hasil merger. Struktur ini, ditambah dengan kepemilikan saham masing-masing investor yang tetap di bawah ambang batas 25%, diyakini akan meminimalkan kemungkinan transaksi ini menjalani pemeriksaan mendalam oleh Komite Peninjauan Investasi Asing Amerika Serikat (CFIUS).
Perjalanan akuisisi ini penuh dinamika. Awalnya, Paramount melakukan pendekatan akuisisi bermusuhan terhadap Warner Bros., yang saat itu justru memilih menjalin kesepakatan jual dengan Netflix. Persaingan sengit pun terjadi, yang akhirnya dimenangkan Paramount setelah berhasil mengalahkan Netflix dengan menaikkan tawaran harga.
Baca Juga:
Rencana pendanaan awal sempat melibatkan perusahaan asal China, Tencent, dan Affinity Partners. Namun, berdasarkan informasi dari sumber dalam, kedua pihak tersebut telah mengundurkan diri dari kesepakatan pendanaan ini. Keberhasilan Paramount mengamankan dana dari Timur Tengah menegaskan keseriusannya dalam menyelesaikan salah satu akuisisi terbesar di industri hiburan.
Kesepakatan ini juga menjadi babak baru dalam persaingan sengit antara Paramount dan Netflix. Dengan dukungan finansial yang solid, Paramount tidak hanya memperkuat posisi tawarnya tetapi juga mengisyaratkan perubahan besar dalam peta persaingan layanan streaming global. Merger antara Paramount+ dan HBO Max, yang telah diumumkan sebelumnya, diprediksi akan menciptakan pemain baru yang sangat kuat untuk menantang dominasi Netflix.
Dengan pendanaan yang hampir terkumpul dan proses regulasi yang berjalan, akuisisi Warner Bros. Discovery oleh Paramount semakin mendekati kenyataan. Langkah ini akan menciptakan raksasa media baru dengan portofolio konten yang sangat luas, mulai dari berita, film blockbuster, hingga serial televisi premium, yang siap bersaing di era digital.




