CP Sebut BRTI Hancurkan Industri Kreatif

Jakarta – Mencuatnya kasus pencurian pulsa telah membuat industri kreatif di Indonesia mati suri. Belum adanya aturan yang jelas membuat para pelaku bisnis ini limbung dalam menjalankan bisnisnya.

Dikeluarkannya surat edaran oleh BRTI soal perintah untuk melakukan unreg massal karena merebaknya kasus pencurian pulsa membuat banyak pihak content premium (CP) dan label music kolaps, terang Radjasa Barkah Managing Director Universal Music Indonesia, di acara diskusi Telkomsel Celluler Update™, Jakarta, Selasa (27/3).

Ia mengungkapkan, pihaknya sebagai salah satu label music sangat terpukul dengan adanya aturan unreg massal tersebut. Padahal, menurutnya, tidak semua CP nakal.

Kami sangat mengharapkan pemerintah segera membuat regulasi yang jelas untuk memberikan kepastian hukum, agar dapat melindungi industri dari keterpurukan, pintanya berharap.

Menanggapi hal ini, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Nonot Harsono tidak sependapat jika dikatakan surat edaran tentang perintah unreg massal yang dikeluarkan BRTI telah menghancurkan bisnis kreatif di Indonesia.

Tidak benar kalau disebutkan gara-gara surat edaran unreg massal telah mematikan industri kreatif. Justru surat edaran itu dikeluarkan untuk menyelamatkan industri kreatif, tegas Nonot.

Menurutnya, tujuan dikeluarkannya surat edaran tersebut untuk memberikan solusi penyelesaian kasus pencurian pulsa. Karena BRTI ingin membenahi masalah ini secara keseluruhan, baik secara teknis maupun regulasinya.

Kita harus mendahulukan kepentingan konsumen yang menjadi pihak yang dirugikan. Karena banyak sekali keluhan konsumen yang masuk ke BRTI yang tidak tahu caranya untuk me-unreg SMS Premium, sementara mereka merasa tidak pernah berlangganan, ungkapnya.

Makanya, lanjut Nonot, BRTI mengeluarkan surat edaran yang meminta untuk dilakukan unreg massal, dan selanjutnya konsumen ditawarkan untuk melakukan proses registrasi ulang, dengan menggunakan aturan reg dan unreg yang lebih jelas.[hbs]

 

Previous articleBRTI Siap Gelar Rapat Pleno Revisi Permen SMS Premium
Next articleBRTI: Daripada Menterinya di ‘Unreg’, Mending SMS yang di Unreg

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here