Telset.id – Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), mengusulkan aturan baru yang memaksa Google dan produsen ponsel Android memberikan pilihan mesin pencari kepada pengguna saat pertama kali menggunakan perangkat atau membuka Chrome. Usulan ini menyasar dua area di mana Google memiliki kontrol paling ketat, yaitu Android dan browser Chrome, sehingga mesin pencari milik Google tidak lagi digunakan secara otomatis.
Langkah ini menjadi perkembangan penting bagi ekosistem digital karena menyentuh langsung cara pengguna mengakses informasi di perangkat mobile. CMA juga ingin mengubah aturan seputar AI assistant dan mewajibkan penyedia mesin pencari memberikan atribusi yang lebih jelas terhadap konten penerbit. Usulan terbaru ini menyusul langkah-langkah yang direkomendasikan pada awal 2026.
Proposal CMA memuat tiga rekomendasi utama. Pertama, memaksa Google dan produsen ponsel Android memberi pembeli pilihan platform pencarian saat mereka menggunakan ponsel atau membuka Chrome untuk pertama kali. Setelah itu, akan ada pengingat tahunan untuk memilih mesin pencari. Kedua, memberi pilihan AI assistant sepanjang memenuhi persyaratan teknis dan keamanan tertentu. Ketiga, CMA ingin semua penyedia mesin pencari memberikan atribusi konten penerbit saat menampilkan hasil pencarian, sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat dan mengakses sumber tersebut.

Pengguna di Inggris sebenarnya sudah bisa memilih penyedia mesin pencari di Android dan Chrome. Karena itu, proposal baru ini kemungkinan hanya bertujuan mengodifikasi praktik tersebut. Namun, pengingat tahunan untuk memilih mesin pencari di platform tersebut merupakan hal baru yang belum diterapkan sebelumnya.
“Cara orang mencari informasi secara online sedang berubah, dengan layanan baru menciptakan peluang segar untuk inovasi dan persaingan,” kata Chief Executive CMA, Sarah Cardell. “Kami telah mendengarkan masukan dengan saksama dan merespons dengan cepat kebangkitan AI assistant, yang semakin sering digunakan orang sebagai layanan pencarian mereka, tetapi belum dimasukkan ke dalam layar pilihan Google. Ini tentang memperkuat opsi yang tersedia bagi orang-orang di Inggris agar mereka dapat memilih layanan pencarian yang mereka inginkan saat layanan-layanan ini masuk ke pasar.”
Proposal baru ini menyusul penerapan aturan baru yang memungkinkan penerbit memilih untuk tidak ikut serta dalam hasil AI, yang diberlakukan pada 3 Juni. CMA juga memperkenalkan persyaratan peringkat pencarian Google yang adil dan portabilitas data pada 17 Juni.
Baca Juga:
Banyak wilayah, termasuk Eropa, sudah mewajibkan produsen ponsel memberikan pilihan mesin pencari dan browser kepada pembeli saat pertama kali digunakan. Untuk AI assistant, Gemini milik Google masih terintegrasi erat dengan Google Search, sehingga belum ada cara untuk mengubahnya. Apple, sementara itu, dilaporkan telah memperkenalkan kait privat ke dalam macOS 27 dan iOS 27 yang memungkinkan aplikasi menggantikan server Siri AI dengan model pihak ketiga seperti Claude, kemungkinan sebagai antisipasi terhadap aturan baru seputar AI assistant.
Perkembangan regulasi semacam ini menunjukkan bagaimana persaingan di ranah pencarian digital dan AI assistant semakin menjadi perhatian otoritas. Bagi ekosistem startup dan pengembang lokal, kebijakan yang mendorong keterbukaan pilihan dapat menjadi peluang untuk menghadirkan layanan yang lebih kompetitif. Ajang seperti LOOP Games Competition dan Digi Race Competition menjadi contoh bagaimana industri di Tanah Air turut mendorong inovasi digital di kalangan pengembang dan kreator.
Usulan CMA ini masih berupa proposal dan belum menjadi aturan final. Namun arahnya jelas: regulator ingin memastikan pengguna memiliki kendali lebih besar atas layanan pencarian dan AI assistant yang mereka gunakan, sekaligus memberi penerbit konten atribusi yang lebih adil. Dampaknya akan terasa tidak hanya di Inggris, tetapi juga menjadi sinyal bagi pasar global tentang bagaimana persaingan di sektor pencarian digital akan diatur ke depan.





Komentar
Belum ada komentar.