Clicks Communicator smartphone dengan keyboard fisik dalam demo langsung pertama

Clicks Communicator: Ponsel Keyboard Fisik yang Siap Rilis Q4 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Clicks merilis video hands-on pertama Communicator, smartphone Android keyboard fisik
  • Perangkat berjalan di Android 16 dengan layar OLED 4 inci
  • Spesifikasi: kamera 50MP, baterai 4.000 mAh, NFC, USB-C, wireless charging
  • Fitur unik: sensor sidik jari di spacebar, jack headphone 3.5mm, antarmuka Niagara Launcher
  • Diposisikan sebagai perangkat kedua untuk produktivitas mengetik
  • Target rilis Q4 2026 dengan harga $499
  • Didirikan oleh YouTuber Michael Fisher (MrMobile)

Telset.id – Clicks akhirnya merilis video hands-on pertama dari Communicator, sebuah smartphone Android dengan keyboard fisik bergaya BlackBerry yang siap dipasarkan pada Q4 2026 dengan harga $499. Video ini menjadi konfirmasi bahwa perangkat yang sempat diperkenalkan sebagai dummy non-fungsional di CES 2026 kini telah menjadi produk nyata.

Dalam video yang diunggah oleh Clicks tersebut, Marketing VP Jeff Gadway mendemonstrasikan berbagai fitur utama Communicator. Perangkat ini dibangun di atas Android 16 dan mengusung layar OLED 4 inci, menjadikannya ponsel yang sangat kompak untuk standar saat ini. Bagi pengguna yang merindukan pengalaman mengetik fisik, ponsel ini menawarkan solusi yang unik.

“Communicator is a second device for most people, and content capture is still best done via your primary device,” demikian pernyataan Clicks dalam video tersebut. Artinya, ponsel ini diposisikan sebagai perangkat pendamping, bukan pengganti smartphone utama.

Spesifikasi yang diungkapkan mencakup kamera utama 50MP dan kamera depan 24MP, NFC untuk Google Pay, Bluetooth, Wi-Fi, baterai 4.000 mAh, serta dukungan pengisian daya USB-C dan nirkabel. Perangkat ini juga memiliki slot microSD untuk penyimpanan ekspandabel dan jack headphone 3.5mm.

Salah satu fitur unik adalah sensor sidik jari yang terintegrasi di tombol spasi (spacebar). Clicks juga membekali Communicator dengan tiga mikrofon (atas, bawah, dan belakang), speaker, serta sensor tekanan barometrik. Port USB-C yang tersembunyi membantu membuka penutup belakang yang tersedia dalam beberapa warna, di mana pengguna dapat mengakses slot SIM dan microSD.

Antarmuka kustom berbasis Niagara Launcher menjadi daya tarik utama. Melalui demo, Clicks menunjukkan bagaimana pengguna dapat memilih dan mengatur ulang aplikasi menggunakan antarmuka bergaya pita di sisi kanan layar atau cukup dengan mengetik pada keyboard. Demo juga memperlihatkan cara menerima panggilan, berpindah antar aplikasi, dan melakukan tugas-tugas lainnya.

Bagi penggemar nostalgia, ponsel ini jelas menghadirkan sensasi retro yang kuat. Keyboard fisik yang responsif menjadi pembeda utama di tengah dominasi layar sentuh. Clicks, yang didirikan bersama oleh YouTuber Michael Fisher (MrMobile), sebelumnya dikenal karena produk case keyboard fisik untuk iPhone dan Power Keyboard. Pengalaman ini membuat mereka berada di posisi yang tepat untuk membangun perangkat semacam ini.

Clicks berjanji akan menunjukkan fitur-fitur lain dalam demo-demo mendatang. Target penjualan ditetapkan pada Q4 2026 dengan banderol harga $499. Bagi mereka yang mencari ponsel Android QWERTY modern, Communicator menjadi salah satu opsi paling menarik tahun ini.

Dengan segala kelebihan yang ditawarkan, pertanyaan besarnya adalah apakah pasar masih cukup besar untuk perangkat keyboard fisik di era layar sentuh. Jawabannya mungkin terletak pada segmen pengguna yang merindukan pengalaman mengetik taktil dan menginginkan perangkat kedua yang unik.

Kehadiran ponsel paling inovatif di CES 2026 seperti Communicator menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu berarti layar lipat atau AI canggih. Terkadang, inovasi justru datang dari menghadirkan kembali apa yang hilang dengan sentuhan modern.

Bagi Anda yang penasaran dengan performa keyboard fisik di era modern, video hands-on ini memberikan gambaran yang cukup jelas. Clicks Communicator bukan sekadar gimik nostalgia, melainkan perangkat yang dirancang dengan serius untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas mengetik.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.