Telset.id ā Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan resmi soal āancaman siber yang masih berlangsungā terhadap unit pendingin industri. Peringatan ini muncul setelah dilaporkan adanya serangan siber yang menyasar freezer dan kulkas di supermarket di seluruh dunia, pangkalan militer AS, dan setidaknya satu bank darah. Badan keamanan siber AS CISA, FBI, dan sejumlah departemen pemerintah federal lainnya menyampaikan peringatan tersebut dalam pernyataan bersama pada Kamis.
Menurut pernyataan bersama itu, peretas menargetkan dan mengompromikan sistem pendingin serta pemantauan rantai dingin (cold chain) yang terhubung ke internet di toko kelontong dan fasilitas penyimpanan dingin. Serangan ini menyasar infrastruktur kritis, termasuk industri pangan, pertanian, transportasi, dan pengiriman obat-obatan. Peringatan tersebut menjadi sinyal bahwa perangkat pendingin yang terhubung ke jaringan kini masuk dalam daftar target serius aktor siber.
āJika berhasil dieksploitasi, aktor tersebut dapat mengubah suhu dan berpotensi menyebabkan dampak fisik seperti bahaya kebakaran, hilangnya inventaris, dan perubahan masa pakai sistem,ā demikian peringatan dari badan-badan tersebut. Peringatan ini menyusul beberapa gelombang serangan siber yang menargetkan unit pendingin industri di seluruh Inggris dan Eropa dalam beberapa pekan terakhir.
Gelombang Serangan dan Korban yang Terdampak
Dua gelombang serangan terpisah memungkinkan peretas menaikkan suhu freezer dan unit pendingin di setidaknya selusin negara. Akibatnya, makanan yang mencair menjadi rusak dan hasil produksi hancur. Sebagian sistem yang terdampak mencakup unit pendingin yang dikendalikan dari jarak jauh buatan perusahaan Denmark, Danfoss, yang telah berhenti memberikan pembaruan keamanan kepada freezer pelanggannya.
Peretas juga menargetkan sebuah bank darah di Prancis. Serangan itu menyebabkan unit pendingin mereka menaikkan suhu pada unit dingin yang berisi persediaan darah donasi. Serangan tersebut berhasil dihentikan sebelum dapat mengompromikan persediaan darah. Sementara itu, Departemen Pertahanan AS sedang menyelidiki serangkaian peretasan yang menargetkan freezer yang dijalankan oleh militer, menurut laporan Reuters. Peretasan ini pertama kali dilaporkan oleh Signal dan Silence.
AS belum mengatribusikan peretasan tersebut ke kelompok atau pemerintah tertentu. Namun, para peneliti keamanan secara luas mengaitkan serangan itu dengan Iran, dan pejabat AS juga dilaporkan menduga Iran sebagai pelaku yang paling mungkin. Dugaan tersebut belum disertai atribusi resmi dari pemerintah AS.
Langkah Mitigasi yang Diminta Otoritas
CISA, FBI, serta Departemen Pertanian, Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, dan Transportasi mendesak industri yang terdampak untuk mengambil sejumlah langkah pengamanan. Langkah tersebut meliputi melepaskan sistem kendali jarak jauh dari internet, mengganti dan memperkuat kata sandi, menerapkan patch bila memungkinkan, serta menghentikan penggunaan peralatan yang tidak lagi didukung oleh vendor.
Dalam lembar fakta terpisah, departemen-departemen tersebut menyatakan bahwa peretas mungkin mencoba āmemaksa unit ke siklus pemanasan dan defrosting terus-menerus, yang dapat menyebabkan hilangnya inventaris secara luas dan bahaya peralatan.ā Imbauan ini menegaskan bahwa risiko bukan hanya soal data, tetapi juga dampak fisik pada peralatan dan persediaan.
āSetiap organisasi yang bergantung pada sistem pendingin dan pemantauan harus menganggap dirinya bisa menjadi target,ā kata pejabat keamanan siber pelaksana CISA, Chris Butera. Pernyataan itu menempatkan seluruh organisasi pengguna sistem pendingin sebagai pihak yang perlu waspada, bukan hanya fasilitas besar.
Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa perangkat operasional yang terhubung ke internet, termasuk unit pendingin, menjadi permukaan serangan yang nyata. Otoritas AS menekankan pentingnya penguatan akses dan pembaruan perangkat sebagai langkah mendasar menghadapi ancaman yang masih berlangsung.
[ META_DESCRIPTION]
CISA, FBI, dan departemen AS memperingatkan ancaman siber pada kulkas industri usai serangan ke supermarket, pangkalan militer, dan bank darah.





Komentar
Belum ada komentar.