China Buka Pengadilan Internet di Beijing

Telset.id, Jakarta – Saat ini China memiliki 800 juta pengguna internet dan jumlahnya terus bertambah. Alhasil negara ekonomi terbesar dunia itu sangat repot untuk menangani berbagai kasus terkait internet maupun perselisihan online antarwarga.

Untuk menghadapi kasus yang semakin banyak itu, negara berpenduduk 1,3 miliar ini tidak cukup hanya memiliki satu pengadilan, melainkan dua pengadilan khusus internet.

Pada Sabtu lalu, China dilaporkan membuka pengadilan internet yang kedua secara resmi dibuka di Beijing dengan nama Pengadilan Internet Beijing.

Menurut kantor berita Xinhua, seperti dilansir cnet.com, Senin (10/9/2018), pengadilan ini berkaitan dengan transaksi bisnis, informasi pribadi dan kekayaan intelektual online.

Baca juga: Tiongkok Bangun ‘Great Wall’ di Dunia Maya

Sengketa yang ditangani pengadilan tersebut biasanya melibatkan belanja online, kontrak layanan, pinjaman, hak cipta, dan domain.

Xinhua, mengutip Wakil Presiden Pengadilan Tinggi Rakyat Beijing An Fengde, mengatakan jumlah kasus yang berhubungan dengan internet meningkat pesat di China.

Baca juga: China akan Cabut Sebagian Sensor Internet di Hainan?

Dalam delapan bulan pertama tahun ini, pengadilan Beijing dilaporkan telah menangani 37.631 sengketa terkait online, naik 24,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Pengadilan Internet Zhang Wen menuturkan pengadilan internet baru di Beijing akan dibuka 24 jam sehari dan dikelola oleh 38 hakim yang sangat berpengalaman, dengan rata-rata 10 tahun pengalaman percobaan masing-masing.

Lokasinya terletak di Taman Sains Zhongguancun Fengtai dan asyiknya rincian persidangan dapat diakses secara online melalui platform litigasi digital. Ini akan memberikan informasi tentang proses dari setiap kasus, termasuk keputusan hakim.

Tahun lalu, pengadilan internet pertama China dibuka di Hangzhou di Timur China. Pengadilan ketiga rencananya akan dibuka di Guangzhou, bagian Selatan Negeri Panda itu pada bulan ini.

Sebelumnya pengadilan di China bagian tengah memanfaatkan aplikasi Tik Tok untuk menyebarluaskan data-data pribadi para debitur yang menunggak utang bank. Tujuannya agar mereka segera melunasi pinjaman di bank.

Baca juga: Teknologi Pencatat Skor akan Jerat “Penduduk Nakal” China

Pengadilan Kaifeng Longting di Kota Longting, Provinsi Henan, dilansir South China Morning Post, menayangkan video berisi identitas delapan debitur yang melakukan kredit macet di bank.

Identitas yang diumbar di video meliputi nama, alamat tempat tinggal, serta data-data lain debitur bermasalah itu. Video dilengkapi musik yang dramatis. Video tersebut diunggah di Tik Tok pada akhir pekan lalu dan sudah dilihat sebanyak 8.000 kali. [WS/HBS]

Sumber: CNET

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here