ChatGPT Ubah Semua Jadi Seni Ghibli — Bahkan yang Kontroversial

REKOMENDASI
ARTIKEL TERKAIT

Dunia seni digital sedang digemparkan oleh tren terbaru: mengubah foto apa pun menjadi karya seni bergaya Studio Ghibli menggunakan ChatGPT. Awalnya, tren ini terlihat manis dan menghibur — pasangan mengubah foto pernikahan, pemilik hewan peliharaan membuat kucing mereka terlihat seperti karakter anime, dan keluarga beramai-ramai meng-Ghibli-kan wajah mereka. Namun, seperti yang sering terjadi di internet, tren ini dengan cepat berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap.

Dari Manis Menjadi Kontroversial

Tak butuh waktu lama bagi pengguna internet untuk menguji batas kreativitas — atau mungkin, etika — dengan alat ini. Gambar-gambar yang seharusnya sakral atau penuh tragedi, seperti serangan 9/11, pembunuhan JFK, bahkan foto Donald Trump bersama Jeffrey Epstein, tiba-tiba diubah menjadi ilustrasi anime yang lembut dan penuh warna. Bahkan CEO OpenAI sendiri, Sam Altman, tak luput dari perlakuan ini — ia bahkan mengganti foto profil X-nya dengan versi Ghibli dari dirinya.

Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa gambar yang beredar tampaknya adalah hasil transformasi foto asli, bukan sekadar hasil prompt teks. Padahal, menurut OpenAI, pengguna seharusnya hanya mengunggah materi yang mereka miliki atau memiliki hak untuk digunakan.

Kebijakan OpenAI yang (Terlalu) Fleksibel?

Menurut kartu sistem GPT-4o, model ini memang bisa menghasilkan gambar yang menyerupai gaya seniman tertentu asalkan nama mereka disebutkan dalam prompt. Namun, ada pengecualian: “Kami menambahkan penolakan yang muncul ketika pengguna mencoba membuat gambar dengan gaya seniman yang masih hidup.” Ironisnya, Hayao Miyazaki — pendiri Studio Ghibli yang gayanya sedang booming — masih hidup hingga hari ini.

Taya Christianson, juru bicara OpenAI, menjelaskan kepada The Verge bahwa perusahaan tidak memblokir kemampuan model untuk menggambarkan figur publik dewasa, tetapi menerapkan pengamanan yang sama seperti untuk mengedit foto realistis orang. “Menggambarkan kekerasan dalam konteks artistik, kreatif, atau fiksi umumnya diperbolehkan untuk mendukung upaya kreatif dan artistik,” tambahnya.

Pelanggaran Hak Cipta yang Samar

Meski OpenAI mengklaim memberikan kebebasan kreatif seluas mungkin, praktik ini menimbulkan pertanyaan besar tentang hak cipta dan etika. ChatGPT memang memblokir permintaan langsung untuk membuat foto figur publik atau karakter kartun — ketika diminta membuat foto Will Smith makan spaghetti atau Mark Zuckerberg mengenakan hoodie bermerek The Verge, sistem menolak. Namun, dengan sedikit kreativitas dalam prompt, pembatasan ini bisa dengan mudah diakali.

Ini bukan pertama kalinya OpenAI menghadapi masalah hak cipta. Sebelumnya, aktris Scarlett Johansson mengancam akan mengambil tindakan hukum karena suara AI yang mirip dengannya, sementara penulis, media besar, dan seniman telah mengajukan banyak gugatan dengan klaim konten mereka digunakan untuk melatih model AI tanpa izin.

Reaksi Miyazaki yang Tak Berubah

Menariknya, Miyazaki sendiri sudah lama menyuarakan skeptisismenya terhadap seni generatif AI. Pada 2016, ketika diperlihatkan klip video yang dibuat dengan “deep learning” oleh seorang magang, sang legenda animasi tidak ragu menyatakan ketidaksukaannya: “Saya sangat muak. Jika Anda benar-benar ingin membuat hal-hal yang menyeramkan, silakan lakukan, tetapi saya tidak akan pernah ingin memasukkan teknologi ini ke dalam karya saya. Saya sangat merasa ini adalah penghinaan terhadap kehidupan itu sendiri.”

Namun, ironi mencapai puncaknya ketika pengguna X mulai meng-Ghibli-kan Miyazaki sendiri — menciptakan versi anime dari sang sutradara yang terkenal anti-AI.

Tren ini mungkin akan terus berkembang, tetapi pertanyaan tentang etika, hak cipta, dan batasan kreativitas AI tampaknya belum menemukan jawaban yang memuaskan semua pihak. Sementara itu, internet terus bergerak dengan caranya sendiri — kadang menghibur, seringkali mengkhawatirkan, dan selalu tak terduga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

ARTIKEL TEKINI
HARGA DAN SPESIFIKASI