CES 2020 Panen Kecaman Gara-gara Anak Donald Trump

CES 2020

CES 2020 Consumer Electronics Show Ivanka Trump

Telset.id, Jakarta  – Pameran Consumer Electronics Show atau CES 2020 di Las Vegas panen kecaman, gara-gara kehadiran putri Presiden Donald Trump, Ivanka Trump. Pameran elektronik terbesar di dunia itu dimulai pada Selasa (7/1/2020) waktu setempat.

Putri tertua Trump tersebut berpidato di depan hampir 200 ribu peserta pameran. Ia berbicara tentang strategi dan pelatihan pekerja perusahaan elektronik. Padahal, selama ini, ia sama sekali tidak memiliki pengalaman di bidang teknologi.

{Baca juga: Presiden Donald Trump “Paling Idiot” di Google}

Para kritikus berpendapat bahwa memberikan ruang kepada putri Trump sama saja mengirim pesan salah. Secara tidak langsung, panitia mengabaikan para wanita berpengalaman di bidang teknologi untuk berbicara. Panitia justru menunjuk Ivanka.

“Sungguh menghina. Selama bertahun-tahun, betapa sedikit perempuan yang diundang untuk menjadi pembicara utama di bidang elektronik,” ujar komentator teknologi Rachel Sklar lewat Twitter, seperti dikutip Telset.id dari New York Post.

Beberapa kritik bahkan mengancam untuk memboikot pameran. Upaya itu tampak di media sosial Twitter dengan tanda pagar #boycottCES. Gary Shapiro, presiden dan CEO pameran, bergegas melakukan pembelaan guna menghadapi kritik.

“Ivanka Trump akan fokus kepada bagaimana industri bekerja dengan pemerintah pada masa depan,” tegasnya. Meski demikian, CES 2020 masih menyisakan masalah, yakni membuat peserta perempuan marah besar.

Alasannya, untuk kali pertama, pameran dagang raksasa tersebut memberi ruang bagi pembuat mainan seks untuk memamerkan dagangan. Keputusan itu diambil setahun setelah penyelenggara juga dikritik mengenai keberadaan vibrator.

{Baca juga: Sstt.. Ada Teknologi ‘Anti Ejakulasi Dini’ di CES 2020}

Presiden AS Donald Trump kini sedang menjadi sorotan dan mendapat kecaman dari berbagai negara dan warga AS sendiri setelah keputusannya melakukan serangan militer di Bandara Internasional Baghdad Irak pada 3 Januari 2020 lalu.

Hal ini diakui Pentagon, yang mengatakan Presiden AS Donald Trump memerintahkan pembunuhan Panglima Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Qassim Sulaimani dalam sebuah serangan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Baghdad itu.

Akibat peristiwa tersebut, banyak negara yang khawatir akan memicu terjadinya Perang Dunia III. Pihak Iran sendiri telah bersumpah akan balas dendam terhadap Amerika Serikat yang telah membunuh Qassim Sulaimani, seorang jendral yang paling dihormati di Iran. [SN/HBS]

Sumber: NY Post

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here