telset

CEO Intel Mengundurkan Diri

Jakarta – Setelah delapan tahun memimpin perusahaan raksasa teknologi, Intel Corp, secara mendadak Paul Otellini mengumumkan pengunduran dirinya sebagai CEO Intel Corp. Jabatannya akan resmi dilepas pada Mei 2013, yakni saat digelarnya pertemuan pemegang saham tahunan.

“Keputusan pensiun ini sepenuhnya dari Paul. Dengan menyesal, dewan pimpinan menerima keputusannya,” ucap Paul Berhevin, juru bicara Intel, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/11).

Pria yang kini berumur 62 tahun tersebut adalah CEO kelima Intel dan menduduki jabatan sebagai CEO sejak tahun 2005. Nama Otellini memang sudah sangat melekat dengan Intel, karena ia telah menghabiskan hampir seluruh perjalanan karirnya di perusahaan teknologi asal Amerika tersebut. Ia bergabung dengan Intel sejak 40 tahun lalu, atau di saat Intel baru berusia lima tahun.

Nama Otellini memang sudah sangat melekat dengan Intel, karena ia telah menghabiskan hampir seluruh perjalanan karirnya di perusahaan teknologi asal Amerika tersebut. Ia bergabung dengan Intel sejak 40 tahun lalu, atau di saat Intel baru berusia lima tahun.

Selama delapan tahun masa jabatannya sebagai CEO, Otellini dinilai telah berhasil mengangkat dividen pemegang saham hingga menyentuh angka 181%. Ia juga dianggap berkontribusi atas keberhasilan perusahaan menghasilkan USD 107 milyar dalam bentuk tunai.

Mundurnya Otellini secara mendadak ini diperkirakan karena terus merosotnya penjualan komputer PC, dan juga kegagalan Intel menguasai pasar prosesor perangkat mobile. Intel dianggap kalah bersaing dan lambat beraksi di pasar mobile yang kini dikuasai perusahaan asal Inggris, ARM.

Banyak analis berpendapat, seharusnya Otellini bisa bergerak lebih cepat untuk mengikuti trend pasar yang kini lebih memilih smartphone atau tablet PC, dibanding komputer PC yang angka penjualannya terus menurun.

“Setelah hampir empat dekade bersama dengan perusahaan ini dan delapan tahun sebagai CEO, inilah saatnya untuk bergerak dan memberikan kemudi Intel kepada pemimpin dari generasi baru,” kata Otellini yang telsetNews kutip dari Ubergizmo, Selasa (20/11).

Bagian yang paling sulit untuk jajaran direksi Intel adalah mempertimbangkan pilihan CEO pengganti Otellini. Apakah Intel akan tetap mempertahankan tradisinya untuk memilih CEO dari kalangan internal perusahaan, atau mengangkat profesional dari luar Intel.

Seperti diketahui, sejak berdiri tahun 1968, Intel lebih banyak memilih untuk menunjuk CEO dari kalangan internal perusahaan. Dan menurut beberapa analis, kandidat kuat dari kalangan orang dalam Intel yang mungkin menjadi pengganti Otellini adalah Stacy Smith, yang sekarang menjabat sebagai Chief Financial Officer dan Director of Corporate Strategy.

Namun bisa saja tradisi Intel menunjuk CEO dari kalangan internal perusahaan tidak dilakukan, dan memilih kandidat dari luar yang lebih menguasai dan berpengalaman di industri mobile. Mengingat trend semakin menurunnya penjualan PC yang selama ini menjadi andalan Intel.

“Semua orang memakai smartphone dan tablet saat ini. Ini adalah era Intel versus ARM, jadi mungkin bagus mempunyai darah segar dan perspektif baru,” kata Patrick Wang, analis industri di Evercore. [lkh/hbs]

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

RELATED ARTICLES

- Advertisement -

Latest Articles

- Advertisement -

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0