📑 Daftar Isi

Ilustrasi fitur Talk to Spotify pada aplikasi seluler

Cara Baru Ngobrol dengan Spotify: Fitur AI untuk Pengguna Premium

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Spotify luncurkan fitur Talk to Spotify yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan aplikasi melalui teks atau suara.
  • Fitur ini bisa digunakan untuk memutar lagu, menanyakan detail album, genre, hingga riwayat mendengarkan pribadi.
  • Pengguna bisa menumpuk permintaan seperti "Tambahkan Bad Bunny" lalu "hanya hits terbaru" untuk kontrol lebih granular.
  • Fitur juga mendukung podcast dan audiobook dengan pertanyaan seperti "Buku lain apa yang ditulis penulis ini?"
  • Hanya pengguna Premium di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia yang bisa mengakses fitur ini saat peluncuran awal.
  • Fitur masih dalam tahap beta, sehingga hasil yang diberikan mungkin belum sempurna.
  • Ini merupakan fitur AI terbaru Spotify setelah alat informasi musik dan pembuatan daftar putar dengan AI.

Telset.id – Spotify resmi meluncurkan fitur baru yang memungkinkan pengguna berinteraksi langsung dengan aplikasi melalui teks atau suara. Fitur bernama “Talk to Spotify” ini memungkinkan pengguna memberikan perintah secara alami, mulai dari memutar lagu hingga menanyakan detail tentang musik yang sedang diputar.

Baca Juga:

Fitur ini diumumkan pada Selasa (waktu setempat) dan merupakan bagian dari upaya Spotify mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam layanan streaming musiknya. Dengan fitur ini, pengguna tidak perlu lagi mengetik perintah secara manual atau mencari lagu satu per satu. Cukup dengan berbicara atau mengetik, Spotify akan merespons sesuai permintaan.

Cara Kerja Fitur Talk to Spotify

Fitur ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih personal dan interaktif. Pengguna dapat mengajukan pertanyaan seperti “Putarkan beberapa artis yang belum pernah saya dengar sebelumnya” atau “Putarkan campuran hits dari artis favorit saya.” Spotify akan langsung memproses permintaan tersebut dan memutar daftar lagu yang sesuai.

Selain itu, pengguna juga dapat menumpuk permintaan. Misalnya, setelah meminta “Tambahkan beberapa lagu Bad Bunny,” pengguna bisa melanjutkan dengan “hanya hits terbaru” atau “buat lebih santai.” Ini memungkinkan kontrol yang lebih granular atas pengalaman mendengarkan musik.

Fitur ini juga terintegrasi dengan jendela Now Playing. Dari sana, pengguna bisa menanyakan informasi detail tentang lagu yang sedang diputar, seperti “Kapan album ini dirilis?” atau “Apa genre lagu ini?” Bahkan, pengguna bisa bertanya tentang inspirasi di balik album tertentu, seperti “Apa inspirasi di balik album Radical Optimism milik Dua Lipa?”

Tidak hanya untuk musik, fitur ini juga mendukung podcast dan audiobook. Pengguna bisa bertanya, “Buku lain apa yang ditulis oleh penulis ini?” atau “Tunjukkan podcast lain yang pernah dihadiri orang ini.” Ini memberikan kemudahan bagi pengguna yang ingin mengeksplorasi konten lebih dalam tanpa harus meninggalkan aplikasi.

Personalisasi dan Riwayat Mendengarkan

Salah satu aspek paling menarik dari fitur ini adalah kemampuannya untuk menjawab pertanyaan yang sangat personal. Pengguna bisa bertanya tentang riwayat mendengarkan mereka sendiri, seperti “Kapan pertama kali saya mendengarkan lagu ini?” atau “Jenis musik apa yang sering saya dengarkan akhir-akhir ini?”

Fitur ini menjadi alternatif bagi pengguna yang penasaran dengan statistik mendengarkan mereka. Selama ini, banyak pengguna menantikan Spotify Wrapped di akhir tahun untuk melihat data tersebut. Dengan fitur baru ini, mereka bisa mendapatkan wawasan serupa kapan saja sepanjang tahun.

Ini bukan pertama kalinya Spotify menghadirkan fitur berbasis AI. Sebelumnya, aplikasi ini sudah memiliki alat yang memberikan informasi tentang musik tanpa perlu pengguna bertanya terlebih dahulu. Selain itu, pengguna juga bisa membuat daftar putar dengan bantuan AI, fitur yang juga tersedia di Apple Music.

Cara Mencoba Fitur Talk to Spotify

Meskipun fitur ini mulai diluncurkan, tidak semua pengguna Spotify bisa langsung mengaksesnya. Spotify menyatakan bahwa hanya “pengguna Premium yang memenuhi syarat” yang dapat menggunakan fitur ini. Fitur ini tersedia di tampilan Beranda (Home) dan jendela Now Playing di aplikasi seluler.

Pada tahap awal, fitur ini hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia. Spotify juga menekankan bahwa fitur ini masih dalam tahap beta. Artinya, meskipun fitur sudah muncul di perangkat pengguna, hasil yang diberikan mungkin belum sempurna dan bisa berbeda-beda.

Bagi pengguna yang tertarik, tidak ada langkah khusus yang perlu dilakukan selain memastikan akun mereka adalah akun Premium dan berada di negara yang didukung. Fitur ini akan muncul secara otomatis di aplikasi. Pengguna cukup mulai berbicara atau mengetik perintah di kolom yang tersedia.

Fitur “Talk to Spotify” ini menunjukkan bagaimana Spotify terus berinovasi untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Dengan memanfaatkan AI, Spotify tidak hanya menjadi platform untuk memutar musik, tetapi juga asisten pribadi yang bisa diajak berinteraksi. Ini sejalan dengan tren industri di mana berbagai aplikasi mulai mengadopsi antarmuka percakapan.

Meskipun masih dalam tahap beta, fitur ini menjanjikan kemudahan dan personalisasi yang lebih baik. Pengguna yang sering menggunakan Fitur Terbaru ini bisa mendapatkan pengalaman mendengarkan musik yang lebih kaya. Bagi yang penasaran dengan statistik mendengarkan, fitur ini bisa menjadi cara cepat untuk mendapatkan data tanpa harus menunggu akhir tahun.

Dengan peluncuran bertahap ini, Spotify tampaknya ingin memastikan bahwa fitur berjalan dengan baik sebelum diperluas ke lebih banyak pengguna. Pengguna di luar tiga negara awal mungkin harus bersabar menunggu hingga fitur ini tersedia di wilayah mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.