Singapura Olah Cangkang Udang jadi Plastik Ramah Lingkungan

Plastik ramah lingkungan

Telset.id, Jakarta – Peneliti di Nanyang Technological University (NTU) Singapura mengolah cangkang udang dan kulit buah-buahan menjadi bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan. Tujuannya, untuk mengurangi limbah plastik.

Plastik memang merupakan bahan yang paling tidak ramah lingkungan. Plastik butuh waktu sangat lama untuk bisa diurai secara alami. Padahal, barang-barang plastik tidak tahan lama dibanding bahan lain seperti logam.

Selama ini, banyak upaya dan inisiatif untuk mencoba dan mengurangi limbah plastik. Beberapa peneliti telah mencoba menemukan cara untuk memuai plastik secara lebih cepat. Namun sampai sekarang, upaya masih nihil.

{Baca juga: Lokasi dengan Udara Terbersih di Bumi Ditemukan, di Manakah?}

Berita baiknya, dikutip Telset.id dari Ubergizmo, Selasa (16/06/2020), para peneliti di NTU telah menemukan alternatif yang memungkinkan untuk menggantikan plastik. Para peneliti di Singapura itu memakai cangkang udang dan buah-buahan sebagai bahan pengganti plastik yang ramah lingkungan.

Ide tersebut muncul ketika para peneliti mencoba untuk membuat kitin, pengental makanan/stabilizer, kemasan makanan antimikroba. Penelitian termutakhir itu dipimpin oleh Profesor William Chen.

“Sejumlah besar limbah udang telah memicu minat industri karena merupakan sumber kitin yang berlimpah. Namun, ada masalah dalam metode ekstraksi, yang tidak berkelanjutan dan berbahaya bagi lingkungan,” ujarnya.

{Baca juga: Salut! Kuil Budha Thailand Daur Ulang 40 Ton Plastik jadi Jubah}

Metode mereka mengambil limbah krustasea dan limbah buah buangan serta menggunakan proses fermentasi alami untuk mengekstraksi kitin. Metode itu tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Selain menciptakan alternatif untuk plastik, para peneliti menemukan bahwa kitin dapat digunakan sebagai penambah pertumbuhan pupuk tanaman dan sistem pengiriman obat terkontrol dalam perawatan farmasi,” tukasnya. (SN/MF)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here