Bukalapak PHK Ratusan Karyawan?

Telset.id, Jakarta – Bukalapak dikabarkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada ratusan karyawan. Pemangkasan karyawan itu diungkap ke publik oleh para karyawan perusahaan e-commerce berstatus unicorn itu.

Seorang karyawan yang tak mau identitasnya diketahui publik, menjelaskan jika Bukalapak melakukan PHK terhadap ratusan karyawan termasuk dirinya.

“Ada ratusan (karyawan) yang kena. Kita (yang terkena PHK) sudah beberapa kali audiensi dengan manajemen di lokasi yang berbeda,” kata sumber tersebut kepada wartawan, Selasa (10/09/2019).

Sedangkan sumber lain menyebut jika divisi yang mengalami pemangkasan berasal dari Divisi Marketing, Engineering dan Costumer Service. Semua divisi tersebut diduga mengalami pemangkasan personel.

{Baca juga: 13 Juta Akun Bukalapak Diretas dan Dijual di Dark Web}

“Marketing, engineering dan berbagai divisi,” kata seorang karyawan Bukalapak yang tak mau disebutkan namanya.

Bukalapak sendiri merupakan e-commerce yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid pada 10 Januari 2010. Saat ini Bukalapak telah berusia 9 tahun dan telah menjadi perusahaan startup berstatus Unicorn keempat di Indonesia.

Status unicorn didapatkan karena Bukalapak memiliki nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. Suntikan dana didapat perusahaan e-commerce tersebut dari500 Startup, Batavia Incubator dan Emtek Group.

Seperti diketahui, saat ini di Indonesia terdapat  4 perusahaan yang sudah berstatus unicorn, yang masuk dalam daftar 300 unicorn dunia yang memiliki nilai valuasi diatas $ 1 miliar.

{Berita Terkait: Valuasi Operator Disamai Unicorn, Telkom Terancam?}

Dilutip dari CBInsights, di urutan pertama adalah Go-Jek, dengan nilai valuasi sebesar $ 10 Miliar atau Rp 140 triliun. Kemudian pada posisi kedua adalah Tokopedia, dengan nilai valuasi $ 7 miliar atau Rp 98 triliun.

Kemudian posisi ketiga ada Traveloka yang memiliki nilai valuasi sekitar $ 2 miliar atau Rp 28 triliun, dan posisi keempat adalah Bukalapak dengan nilai valuasi $ 1 miliar atau Rp 14 triliun. [NM/HBS]

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here