BTS Go Green Telkomsel ’‘Penginspirasi Bumi’™

Jakarta – Melalui program Go Green yang dijalankannya, operator telekomunikasi Telkomsel didapuk menjadi salah satu dari 34 perusahan BUMN dan swasta nasional penerima anugerah korporasi penginspirasi bumi dalam ajang Indonesia Green Award 2011.

Pencapaian tersebut diberikan karena operator plat merah tersebut dianggap telah menjadi pelopor BTS Go Green dengan memiiki 164 BTS (base transceiver station) ramah lingkungan, yang memanfaatkan tenaga matahari dan 2 BTS mikrohidro yang mengggunakan tenaga air sesuai kondisi geografis Indonesia.

Indonesia Green Awards 2011, merupakan penghargaan di bidang lingkungan yang dimotori oleh Kementrian Kehutanan Republik Indonesia dengan Majalah Bisnis & CSR.

Selama ini Telkomsel disebutkan konsisten untuk mengupayakan penggunaan sumber energi alternatif sebagai salah satu upaya untuk menjamin ketersediaan power supply yang dibutuhkan dalam mengoperasikan BTS.

Menyadari keterbatasan sumber energi dan mencermati tren penggunaan energi alternatif, Telkomsel terus mencari terobosan penerapan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi, kata Manager CSR Management Support Telkomsel, Bambang Siswanto dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (1/10)

Teknologi BTS mikrohidro sendiri sudah berjalan sejak tahun 2010, yang diiantaranya terdapat di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung dan Kecamatan Sumalata, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Pemanfaatan BTS tenaga air pertama di Asia tersebut mampu membangkitkan daya listrik sebesar 16,47 KW, dimana sebanyak 7,7 KW disalurkan untuk memenuhi kebutuhan daya listrik di BTS dan fasilitas umum. Sementara sisanya, 7,94 KW untuk cadangan.

Sumber energi alternatif lainnya adalah tenaga matahari (solar cell). 164 BTS solar cell Telkomsel tersebar di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, yakni Sumatera (78 BTS), Jawa (7 BTS), Bali Nusa Tenggara (23 BTS), Kalimantan (34 BTS), dan Sulawesi Maluku Papua (22 BTS).

Keseluruhan BTS tersebut memperoleh sumber energi ramah lingkungan sesuai dengan standar yang biasa digunakan di industri telekomunikasi selular, yakni sekitar 0,115 MegaWatt atau hampir setara dengan 100 genset konvensional berkapasitas 20 kVA.

Tidak hanya berguna memenuhi kebutuhan jangkauan signal Telkomsel, keberadaan BTS mikrohidro dan solarcell tersebut mampu membuka wilayah terisolasi dari pasokan aliran listrik konvensional. [hbs]

{jcomments on}

Previous articleApple Masih Kalah Keren Dibanding Aston Martin
Next articleBocoran Gambar Case-Mate iPhone 5 Beredar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here